Rabu, 15 April 2026

Luar Negeri

Uni Emirat Arab dan Israel Tandatangani Perjanjian Perdagangan Bebas

Menteri Perdagangan UEA Thani Al Zeyoudi mengatakan kesepakatan perdagangan itu menulis "babak baru dalam sejarah Timur Tengah".

Editor: Faisal Zamzami
Jewish News Syndicate
Israel dan Uni Emirat Arab, Selasa (31/5/2022), menandatangani perjanjian perdagangan bebas, menjadi perjanjian perdagangan besar pertama Israel dengan negara Arab. (Sumber: Jewish News Syndicate) 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Israel dan Uni Emirat Arab (UEA), Selasa (31/5/2022), menandatangani perjanjian perdagangan bebas, menjadi perjanjian perdagangan besar pertama Israel dengan negara Arab.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa, perjanjian tersebut mengurangi atau menghapus tarif dan dari waktu ke waktu, bertujuan mendongkrak nilai perdagangan bilateral tahunan menjadi lebih dari USD10 miliar.

Pakta tersebut ditandatangani di Dubai oleh Menteri Ekonomi dan Industri Israel Orna Barbivai dan rekannya, Menteri Ekonomi UEA Abdulla bin Touq Al Marri, setelah berbulan-bulan negosiasi.

Tarif akan dihilangkan pada 96 persen barang, di mana UEA memperkirakan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif dengan Israel akan meningkatkan perdagangan bilateral menjadi lebih dari USD10 miliar per tahun dalam lima tahun ke depan.

Menteri Perdagangan UEA Thani Al Zeyoudi mengatakan kesepakatan perdagangan itu menulis "babak baru dalam sejarah Timur Tengah".

"Kesepakatan kami akan mempercepat pertumbuhan, menciptakan lapangan kerja, dan mengarah ke era baru perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di seluruh kawasan," tulisnya di Twitter.

Baca juga: Lagi! Remaja Palestina Meninggal Ditembak Pasukan Israel, Puluhan Lainnya Terluka

Baca juga: VIDEO Jelang Piala Dunia 2022, Israel Lobi Qatar untuk Buka Rute Penerbangan Langsung

Perjanjian tersebut ditandatangani di tengah meningkatnya kekerasan Israel-Palestina.

Kementerian Luar Negeri UEA pada Senin mengutuk apa yang disebutnya "penyerbuan" kompleks Al Aqsa di Yerusalem oleh "pemukim ekstremis di bawah perlindungan pasukan Israel".

Itu tampaknya merujuk pada kunjungan ribuan orang Yahudi, yang menghormati situs itu sebagai sisa dari dua kuil kuno mereka, pada hari yang menandai pendudukan Israel atas Kota Tua Yerusalem dalam perang 1967.

Beberapa pengunjung berdoa dan mengangkat bendera Israel - yang mengakibatkan, kata polisi, dicopot.

Baca juga: VIDEO - Penyelamatan ABK yang Terombang-ambing Dengan Rakit Buatan

Baca juga: Dituding Besannya Cemarkan Nama Baik Doddy Sudrajat, Faisal Santai Tanggapi Somasi

Baca juga: Dayah Babussalam Al-Hanafiyyah Kembali Adakan Pengajian Bagi Guru Setelah Libur Ramadhan

Kompastv

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved