Berita Pidie Jaya
Angka Stunting di Pidie Jaya Capai 29 Persen
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya (Pijay) berkomitmen untuk menurunkan angka stunting lewat delapan fokus terintergrasi
Penulis: Idris Ismail | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Idris Ismail I Pidie Jaya
SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Berada pada posisi 29 persen angka Stunting dari rata-rata tingkat nasional saat ini 24,4 persen.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya (Pijay) berkomitmen untuk menurunkan angka stunting lewat delapan fokus terintergrasi.
"Lewat rapat rekonsiliasi dan rembuk Stunting ini Pemkab Pijay lewat instansi Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) serta pihak terkait lainnya berkomitmen untuk senantiasa menekan angka Stunting ini jauh dari angka dibawah rata-rata nasional dan bahkan minim," sebut WAkil Bupati Pijay, Dr H Said Mulyadi SE MSi bersama Kepala Dinkes KB Pijay, Eddy Azwar SKM MKes kepada Serambinews.com, Rabu (1/6/2022).
Sebagaimana catatan, kata Dr H Said Mulyadi,Pijay ditetapkan sebagai bagian dari perluasan lokasi fokus intervensi penurunan Stunting terintegrasi pada 2022 sebagaimana yang ditetapkan oleh Bappenas melalui surat Nomor Kep. 10/M.PPN/HK/02/2021.
Baca juga: BREAKING NEWS - Perahu Nelayan Terbalik Dihantam Ombak, Ayah Tenggelam, Dua Anak Selamat
Dari laporan serta survei nasional Studi Status Gizi Indonesia (ASSGI) pada 2021 lalu, Pijay berada pada angka 29 persen lebih rendah dari provinsi Aceh yang berada pada 33,2 persen.
Namun itu (29 persen ) lebih tinggi dari angka nasional 24,4 persen.
Kendati demikian, jika merujuk pada data elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasi masyarakat (e-PPGBM) Pijay berada diangka 21 persen.
"Perbedaan selisih ini memang terjadi di semua kabupaten/kota dan ini menjadi tantangan bersama dalam menekan angka Stunting sekcil mungkin hingga tidak didapati lagi angka tersebut," jelasnya.
Baca juga: Jokowi Targetkan Tahun 2024 Angka Prevalensi Stunting di Bawah 14 Persen
Kepala Dinkes KB Pijay, Eddy Azwar SKM MKes kepada Serambinews.com, Rabu (1/6/2022) mengatakan, rapat duduk rembuk yang ketika kali ini merupakan aksi terintegrasi dari delapan aksi percepatan.
Mulai analisis situasi, perencanaan, pelaksanaan program,penguatan regulasi, pembinan kader, penguatan manajemen hingga review kinerja tahunan.
"Hal ini sebagai langkah tepat dalam penurunan angka Stunting," ujarnya.
Ditambahkan Eddy, lewat komitmen bersama ini dipastikan penurunan Stunting di 29 Gampong yang masuk dalam lokus fokus terintegrasi.
"Pada intinya di 2023 mendatang dengan dorongan bersama penurunan angka Stunting di Pijay dapat terbebaskan," harapnya. (*)
Baca juga: Anggota DPR RI Rafli Minta Pertamina Tarik Tabung Gas Elpiji 12 Kg Tak Layak Pakai di Aceh