Internasional
Pemimpin Chechnya, Ramzan Kadyrov Klaim Rusia Pegang Kendali Penuh Severodonetsk
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov, Kamis (2/6/2022) mengklaim pasukan Rusia telah memegang kendali penuh Kota Severodonetsk di Ukraina.
SERAMBINEWS.COM, MOSKOW - Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov, Kamis (2/6/2022) mengklaim pasukan Rusia telah memegang kendali penuh Kota Severodonetsk di Ukraina.
Severodonetsk, kota terbesar di wilayah Luhansk timur di bawah kendali pemerintah Ukraina, telah menjadi pusat pertempuran dalam beberapa hari terakhir ini dan dihantam dengan tembakan Rusia.
Kehancuran di kota itu telah menarik perbandingan dengan nasib Mariupol.
Sebuah kota Ukraina di pantai Laut Azov yang hampir dilenyapkan dengan serangan udara Rusia dalam dua bulan pertama perang.
Melaporkan pertempuran di sana menunjukkan Ukraina masih menguasai sebagian kota .
Namun Ramzan Kadyrov, yang pasukannya telah mengambil bagian dalam pertempuran besar di Ukraina timur, bersikeras Rusia telah mengambilnya.
Baca juga: Pertempuran Sengit Terjadi, Tentara Rusia Gempur Kota Sievierodonetsk, Pasukan Ukraina Bertahan
“Bagian perumahan sepenuhnya di bawah kendali para pejuang kita dan di bagian industri kota, beberapa iblis tetap ada," tambahnya.
Dengan menggunakan frasa yang diperkenalkan pasukan Rusia pada 1990-an untuk menggambarkan operasi hukuman di negara asalnya, Chechnya,
Kadyrov mengatakan Moskow telah menyelesaikan pembersihan total Severodonetsk.
Serhiy Gaiday, Gubernur Wilayah Luhansk, mengatakan 70 persen dari kota telah diambil Rusia.
Dia mengakui sebagian dari pasukan Ukraina telah mundur ke posisi yang lebih menguntungkan dan lebih siap.
Namun, dia bersikeras pasukan yang tersisa masih terlibat dalam pertempuran jalanan di pusat kota.
Baca juga: Kejaksaan Ukraina Identifikasi 600 Tersangka Kejahatan Perang Rusia, Ada Militer hingga Politisi
Severodonetsk adalah rumah bagi beberapa pabrik besar, menimbulkan kekhawatiran akan bencana kimia jika salah satunya terkena serangan.
Azot, salah satu pabrik kimia terbesar Ukraina yang memproduksi nitrogen dan menghentikan operasinya tak lama setelah dimulainya invasi, dibombardir oleh Rusia pada Selasa (31/5/2022).
Foto-foto yang dirilis oleh gubernur setempat menunjukkan gumpalan asap membumbung di atas kota setelah sebuah bom menghantam tangki asam nitrat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Panglima-perang-Chechnya-Ramzan-Kadyrov.jpg)