Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Lhokseumawe

DKPPP Lhokseumawe: Stok Obat untuk PMK Kosong

"Kita sudah berkoordinasi dengan unsur pimpinan. Kemungkinan dalam waktu dekat ini, sudah tersedia obat-obatan untuk ternak yang terjangkit PMK,"

Tayang:
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Nurul Hayati
FOR SERAMBINEWS.COM
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Kota Lhokseumawe, Drh Afrizal. 

"Kita sudah berkoordinasi dengan unsur pimpinan. Kemungkinan dalam waktu dekat ini, sudah tersedia obat-obatan untuk ternak yang terjangkit PMK," demikian Afrizal.

Laporan Saiful Bahri I Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DKPPP) Lhokseumawe, sampai saat ini dilaporkan tidak memiliki obat untuk ternak yang terjangkit Penyakit Mata dan Kuku (PMK).

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Kota Lhokseumawe, Drh Afrizal, Jumat (3/6/2022), menjelaskan, uNtuk mengobati sapi yang terjangkit PMK, maka dibutuhkan sejumlah jenis obat.

Seperi obat penurun panas, antibiotik, dan vitamin. 

Jadi, saat munculnya kasus positif PMK di Kota Lhokseumawe, sempat mendapatkan bantuan obat dari provinsi. 

"Namun jumlahnya terbatas. Hanya empat botol untuk masing-masing jenis obat," katanya.

Sehingga untuk saat ini, stok obat kosong.

"Jadi bila petugas menemukan adanya sapi terjangkit PMK, maka petugas akan berkoordinasi dengan pemilk ternak terkait pengobatannya," katanya.

Baca juga: Ini Jumlah Sapi yang Sudah Terjangkit PMK di Lhokseumawe

Diakuinya juga, Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam waktu dekat akan menyedikan obat.

"Kita sudah berkoordinasi dengan unsur pimpinan. Kemungkinan dalam waktu dekat ini, sudah tersedia obat-obatan untuk ternak yang terjangkit PMK," demikian Afrizal.

Sebelumnya, sesuai data Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DKPPP) Lhokseumawe, sudah ada  241 sapi yang terjangkit  Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Kota Lhokseumawe, Drh Afrizal, Jumat (3/6/2022), menyebutkan, penemuan sapi terjangkit PMK di Lbokseumawe dimulai pada awal Mei 2022 lalu.

Dimana saat diketahui bahwa sudah ada sapi di Aceh Tamiang yang terjangkit PMK, maka pihaknya langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan. 

Sehingga pada tahap awal, pihaknya menemukan ada 13 sapi yang suspect PMK di wilayah Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.

Baca juga: Sapi untuk Kurban di Lhokseumawe Harus Miliki Surat Sehat dari Poskeswan

Atas temuan tersebut, maka pihaknya langsung melaporkan ke ISIKHNAS atau ke sistem informasi kesehatan hewan Indonesia.

Selanjutnya turun tim dari Balai Veteriner Medan, Sumatera Utara, untuk melakukan pemeriksaan terhadap 10 sapi yang suspect.

 "Satu pekan kemudian keluar hasil pemeriksaan, dan dinyatakan ke 10 ekor sapi tersebut positif terjangkit PMK," katanya.

Didasari hasil tersebut, maka pihaknya langsung mengarahkan petugas secara besar-besaran untuk melakukan pemeriksaan terhadap ternak yang ada di seluruh wilayah Kota Lhokseumawe.

Hingga saat itu, sudah ditemukam 241 ekor sapi terjangkit PMK yang  tersebar di seluruh kecamatan yang ada di wilayah Kota Lbokseumawe.

Terbanyak  di Kecamatan Muara Dua dan Kecamatan Blang Mangat.

"Dari 241 ekor sapi yang positif terjangkit PMK, 92 sapi jantan dan 149 sapi betina. Serta dari 241 sapi yang sudah terjangkit PMK, dua diantaranya telah mati dan satu ekor dipotong (disembelih) paksa," paparnya.(*)

Baca juga: Dinas Peternakan Sebut Tingkat Kesembuhan PMK di Aceh Tinggi, Angka Kematian Sedikit, Ini Rinciannya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved