Internasional
Partai Bersatu Kremlin Segera Masukkan Kherson ke Dalam Wilayah Rusia
Seorang pejabat senior di partai Rusia Bersatu yang berkuasa di Kremlin, Andrei Turchak menyebut penduduk Kota Kherson akan menjadi warga Rusia selama
SERAMBINEWS.COM, MOSKOW - Seorang pejabat senior di partai Rusia Bersatu yang berkuasa di Kremlin, Andrei Turchak menyebut penduduk Kota Kherson akan menjadi warga Rusia selamanya.
Anggota pemerintahan pro-Kremlin di kedua wilayah segera mengumumkan wilayah tersebut akan dimasukkan ke dalam Rusia.
Meskipun masih belum jelas kapan atau apakah itu akan terjadi, Rusia sedang meletakkan dasar, seperti dilansir AP, Jumat (3/6/2022).
Oleg Kryuchkov, seorang pejabat di Krimea yang dicaplok Rusia, mengatakan dua wilayah selatan telah beralih ke penyedia internet Rusia.
Seperti media pemerintah menayangkan rekaman orang-orang yang mengantre untuk mendapatkan kartu SIM Rusia untuk ponsel mereka.
Kryuchkov juga mengatakan kedua wilayah beralih ke kode negara Rusia, +7, dari +380 Ukraina.
Baca juga: VIDEO Makin Memanas! Presiden AS Joe Biden Setuju Kirim Sistem Roket Jarak Jauh ke Ukraina
Anggota parlemen senior Rusia Leonid Slutsky, seorang anggota delegasi Rusia dalam pembicaraan damai yang terhenti dengan Ukraina, mengatakan referendum akan segera dilakukan.
Dia mengatakan referendum akan dilakukan di wilayah Donbas, Kherson dan Zaporizhzhia pada awal Juli 2022.
Juru bicara Kremlin Peskov mengelak ketika ditanya Jumat (3/6/2022), apakah pihak berwenang Rusia berencana mengadakan referendum di daerah-daerah itu.
Dia mengatakan itu akan tergantung pada arah ofensif Rusia.
Tatyana Stanovaya, pendiri dan CEO R Politik, sebuah wadah pemikir independen politik Rusia berpendapat Vladimiur Putin tidak ingin terburu-buru melakukan referendum.
“Dia ingin referendum menjadi nyata, sehingga Barat dapat melihat bahwa memang Rusia benar, rakyat ingin hidup bersama Rusia,” kata Stanovaya.
Pakar Ukraina mengatakan tidak akan mudah bagi Kremlin untuk menggalang dukungan sejati di selatan Ukraina.(*)
Baca juga: 100 Hari Perang, Pasukan Rusia Kuasai 20 Persen Wilayah Ukraina