Breaking News:

Internasional

Pasukan Rusia Jadikan Pemerkosaan di Ukraina Sebagai Senjata Perang

Empat hari setelah pasukan Rusia memasuki wilayah Ukraina, pemerkosaan mulai terjadi. Saat Rusia mengumumkan perang, seorang wanita bernama Natalia

Editor: M Nur Pakar
The Independent
Seorang wanita yang menjadi korban pemerkosaan menutup wajahnya saat diwawancarai oleh jurnalis The Independent. 

SEAMBINEWS.COM, KIEV - Empat hari setelah pasukan Rusia memasuki wilayah Ukraina, pemerkosaan mulai terjadi.

Saat Rusia mengumumkan perang, seorang wanita bernama Natalia melarikan diri dari tentara Rusia yang mabuk setelah memperkosanya selama beberapa jam.

Berjalan melewati mayat suaminya di malam yang gelap gulita, dia mencengkeram tangan putranya yang berusia empat tahun.

Dia memberi tahu putranya, mereka harus berlari sangat cepat karena hanya beberapa jam sebelumnya, pasukan Rusia menerornya.

Bahkan, menembak suaminya di halaman keluarga sebelum memperkosanya.

Baca juga: PBB Naikkan Bendera Merah Atas Perang Ukraina, Kasus Pemerkosaan Terhadap Wanita Ukraina Meledak

Dia mengatakn pasukan Rusia mengancam akan menunjukkan kepadanya, otak putrany akan berserakan jika tidak menanggalkan pakaian.

Ini hanyalah salah satu dari banyak kasus kejahatan perang yang tercatat di Ukraina .

Ukraina telah mendokumentasikan lebih dari 15.000 dugaan kejahatan perang.

Termasuk pemerkosaan oleh pasukan Rusia yang menggunakan kekerasan seksual untuk menimbulkan ketakutan di antara penduduk setempat.(*)

Baca juga: Ukraina Temukan Bukti, Tentara Rusia Sudah Rencanakan Pembunuhan dan Pemerkosaan Warga Sipil

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved