Breaking News:

Internasional

Ukraina Temukan Bukti, Tentara Rusia Sudah Rencanakan Pembunuhan dan Pemerkosaan Warga Sipil

Pemerintah Ukraina telah menemukan bukti atas rencana pembunuhan dan pemerkosaan warga sipil yang dikuasai tentara Rusia.

Editor: M Nur Pakar
AFP/Alexander NEMENOV
Warga berdiri dengan barang-barangnya jelang dievakuasi disamping tentara Rusia yang berjaga di luar sebuah rumah sakit di Mariupol, Ukraina, Selasa (12/4/2022). 

SERAMBINEWS.COM, KIEV - Pemerintah Ukraina telah menemukan bukti atas rencana pembunuhan dan pemerkosaan warga sipil yang dikuasai tentara Rusia.

Sebuah percakapan tentara Rusia bocor saat mendiskusikan pembunuhan dan pemerkosaan Ukraina, dengan satu
mengatakan:

'Jika ada warga sipil, bunuh mereka semua'

Para pejabat Ukraina mengatakan mencegat transmisi radio yang mengganggu dari tentara Rusia yang berbicara tentang pembunuhan dan pemerkosaan warga sipil.

Klip audio, yang diperoleh dan diterbitkan oleh CNN pada Senin (11/4/2022), termasuk perintah membunuh warga sipil.

Selain itu, ada juga diskusi tentang seorang gadis berusia 16 tahun yang diperkosa oleh pasukan Rusia.

Tidak jelas siapa sebenarnya yang berbicara dalam rekaman itu.

Baca juga: Presiden Vladimir Putin Kutip Lirik Lagu Tentang Pemerkosaan, Simbol Tuntutan Rusia Atas Ukraina

Tetapi para pejabat Ukraina mengatakan mereka berada di antara tentara Rusia dan komandan mereka.

"Sebuah mobil lewat, tapi saya tidak yakin apakah itu mobil sipil atau kendaraan militer," kata seorang pasukan Rusia.

"Tapi ada dua orang keluar dari hutan dengan berpakaian menyebut sepertinya warga sipil," tambah tentara lalinya melalui radio, menurut terjemahan CNN.

"Bunuh mereka semua, sialan," jawab orang kedua.

Prajurit asli mulai memprotes dengan mengatakan desa itu terdiri dari warga sipil.

Sehingga, mendorong orang kedua untuk menjawab: "Ada apa denganmu? Jika ada warga sipil, bunuh mereka semua."

Baca juga: Kisah Pilu Anna Wanita Ukraina: Tentara Rusia Rudapaksa Saya dan Bunuh Suamiku

Ukraina menuduh Rusia sengaja menargetkan warga sipil, tuduhan yang dibantah oleh Kremlin.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved