Berita Lhokseumawe

AJI Lhokseumawe Adakan Training Literasi Digital untuk Dosen dan Jurnalis

“Training ini diikuti 20 akademisi dan lima jurnalis,” ujar Ketua Panitia, Deni Pribadi Yusman dalam siaran pers, Sabtu (4/6/2022).

Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Foto Dok Panitia
Peserta Training Literasi Digital yang diadakan AJI Lhokseumawe foto bersama dengan panitia. 

Laporan Jafaruddin I Lhokseumawe   

SERAMBINEWS.COM, LHOKSEUMAWE – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lhokseumawe bekerja sama dengan AJI Indonesia dan Google News Initiatif di bawah kolaborasi CekFakta.com, mengadakan Training Literasi Digital untuk dosen dan jurnalis. 

Training tersebut berlangsung selama dua hari pada Kamis-Jumat (2-3/6/2022), di Lido Graha Hotel, Lhokseumawe dengan diikuti 20 dosen dari dua kampus serta 5 jurnalis di Lhokseumawe dan Aceh Utara. 

“Training ini diikuti 20 akademisi dan lima jurnalis,” ujar Ketua Panitia, Deni Pribadi Yusman dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Sabtu (4/6/2022). 

20 dosen tersebut, beber Deni, berasal dari Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh (Unimal). 

Kemudian dari Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (Fuad) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe, serta lima jurnalis dari Aceh Utara dan Lhokseumawe.

Training Literasi Digital tersebut diisi Christison Pane (Ketua AJI Medan) dan Dr Hendra Shahputra (Akademisi KPI UIN Ar-Raniry Banda Aceh), sebagai trainer tersertifikasi oleh Google News Initiative yang telah berpengalaman dalam melatih jurnalis dan akademisi di berbagai daerah. 

Baca juga: AJI Lhokseumawe Gelar Mini Training Liputan Isu Migran, Kerja Sama dengan IOM

Pada hari pertama, kedua pemateri menyampaikan materi dan kemudian penugasan diskusi kelompok. 

Kemudian hari kedua, selain materi juga praktik cara mengenali dan memastikan suatu informasi yang hoaks atau bukan, dan juga diskusi kelompok. 

Adapun fasilitator kegiatan ini yakni Lailan Fajri Saidina (mantan anggota Majelis  Etik AJI Lhokseumawe). 

Untuk diketahui, literasi digital merupakan salah satu upaya dan cara untuk memerangi hoaks.

Karena literasi digital membantu untuk berpikir kritis dan cakap dalam menggunakan media sosial. 

AJI menggelar training ini sebagai sarana bagi kalangan akademisi untuk berdiskusi mengenai berbagai perkembangan mis-disinformasi.

Baca juga: VIDEO - AJI Lhokseumawe dan EW-LMND Aceh Tuntut Maksimal Pelaku Kekerasan Jurnalis Nurhadi

Selain itu, mendorong kalangan akademisi untuk menginternalisasi kurikulum cek fakta dalam materi di kampusnya. 

"Training ini untuk meningkatkan pemahaman tentang literasi digital dan mengasah keterampilan peserta dalam mengenali informasi digital, mis-disinformasi, dan pengetahuan terkait keamanan digital,” ujar Manajer Program AJI Indonesia, Sisca Mega.

Diharapkan, dengan adanya training ini peserta dapat lebih kritis dalam menggapai sebuah informasi.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved