Breaking News:

Aceh Tengah

Satpol PP Aceh Tengah Hentikan Aktivitas Galian C Ilegal

Satpol PP Kabupaten Aceh Tengah memberhentikan pekerjaan galian c ilegal di Kampung Paya Tumpi I Kecamatan Kebayakan, Sabtu (4/6/2022)

Penulis: Romadani | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/ROMADANI
Satpol PP Aceh Tengah memberhentikan pekerjaan Galian C ilegal di Kampung Paya Tumpi I Kecamatan Kebayakan, Sabtu (4/6/2022) 

Laporan Romadani | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP) Kabupaten Aceh Tengah memberhentikan pekerjaan galian c ilegal di Kampung Paya Tumpi I Kecamatan Kebayakan, Sabtu (4/6/2022).

Amatan Serambinews.com, pihak Satpol PP mendatangi proyek galian c tersebut sekira Pukul 09.56 WIB.

Tampak di lokasi, dua unit alat berat sedang bekerja mengerus tanah urug, satu unit Dum truck terlihat keluar ke jalan raya membawa tanah tersebut.

Sejumlah awak kerja pada galian tersebut dipanggil oleh pihak Satpol PP, untuk memintai keterangan dari penanggung jawab pekerjaan tersebut.

Pihak Satpol PP meminta secara resmi legalitas ijin dari galian tersebut.

Tapi pihak pelaksana pekerjaan galian c tidak bisa menunjukkan dokumen resmi galian itu.

Baca juga: Truk Tangki CPO Jatuh ke Jurang Gunung Paro, Sopir Meninggal

Satpol PP langsung memberi instruksi kepada sopir dua unit alat berat untuk turun dan memberhentikan pekerjaan galian itu.

Pihak pelaksana kerja galian, Cut Amat mengaku tidak mengantongi ijin pekerjaan itu, ia meminta untuk berkoordinasi dengan pemilik galian C tersebut.

"Saya kan tidak tau apa-apa lebih baik hubungi pemiliknya," kata Amat.

Melalui telefon seluler pemilik galian C Kampung Paya Tumpi I diketahui bernama Hairil, ia menjelaskan untuk dokumen ijin galian akan menyusul.

"Siap pak, saya lagi di luar daerah, hari Senin akan saya antar surat ijin nya ke Kantor," kata Hairil.

Plt Kepala Satpol PP Ariansyah melalui Kabid Penegakan Undang-undang Hamdani menjelaskan kepada pemilik Galian C untuk berhenti bekerja sampai menyerahkan ijin galian tersebut.

"Karena bapak tidak bisa menunjukkan surat ijin, maka pekerja kita berhentikan," kata Hamdani.

Baca juga: Jarang Dibersihkan, Pemuda Ini Syok Kasurnya Jadi Ternak Tungau Bikin Merinding, Begini Potretnya

Hamdani menjelaskan kepada Serambinews.com, pihaknya melakukan pemantauan setiap galian c di Kabupaten Aceh Tengah.

"Karena galian c ini tidak memiliki ijin, terpaksa kita berhentikan, kita telah berkoordinasi dengan Kasatreskrim Polres Akan Tengah," terang Hamdani.

Pelaksana Kerja Galian C Cut Amat, menjelaskan lokasi tersebut untuk pematangan lahan tanah tersebut dijual seharga Rp 85.000.

"Saya tidak mengantongi surat ijin nya, tapi secepatnya kami menyerahkan, setiap dua truk yang masuk kami jual Rp 85.000," jelasnya.(*)

Baca juga: Harga Emas Turun, Cek Harga Emas Murni Per Mayam di Lhokseumawe Sabtu (4/6/2022)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved