Berita Kutaraja

Tabung Elpiji Afkir Menumpuk di Aceh, Pertamina Diminta Segera Ganti yang Baru, Begini Responsnya

Ribuan tabung gas elpiji nonsubsidi menumpuk di Aceh dan dianggap sudah tak layak pakai setelah dibawa ke bengkel perawatan.

Penulis: Misran Asri | Editor: Saifullah
FOR SERAMBINEWS.COM
Petugas memeriksa tabung gas elpiji nonsubsidi yang mulai tak layak pakai untuk diperbaiki dan dirawat di bengkel perawatan PT Aira Gibran Internusa di Gampong Beuradeun, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Sabtu (4/6/2022). 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Ribuan tabung gas elpiji nonsubsidi menumpuk di Aceh dan dianggap sudah tak layak pakai setelah dibawa ke bengkel perawatan. 

Menyikapi kondisi tersebut, pihak Pertamina pun diminta segera merespons serta menyediakan tabung baru, sehingga tabung lama dapat ditarik dari pasaran.

Tabung gas elpiji nonsubsidi di Aceh yang mulai tak layak pakai itu diperbaiki dan dirawat di bengkel perawatan milik PT Aira Gibran Internusa di Gampong Beuradeun, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar. 

Lokasi itu bersebelahan dengan SPPBE PT Kabersama Cipta Raya. 

Nahrawi Noerdin, pemilik bengkel perawatan tabung elpiji itu mengatakan, tabung yang masuk ke bengkel miliknya setiap tahun berjumlah 40 ribu tabung. Namun yang layak pakai hanya sebagian kecil. 

"Dalam setahun ini, masuknya 40 ribu tabung dan yang layak pakai sekitar 10 persen dari 40 ribu tersebut," kata Nahrawi, Sabtu (4/6/2022). 

Baca juga: Netizen Pertanyakan Maksud Lempengan Besi di Tabung Elpiji Melon, Pertamina Beri Klarifikasi

Ia menyebutkan, tabung yang dibawa ke sana dilakukan pengecekan terlebih dahulu oleh petugas. 

Bila masih layak pakai, tabung akan dilakukan perbaikan lalu dicat ulang. Sementara bila tabung sudah tidak layak pakai, akan dipindahkan ke satu lokasi. 

Proses perawatan di bengkel tersebut dilakukan setiap hari. 

Nahrawi pun menjelaskan, proses perawatan tabung terkendala karena tidak adanya tabung baru yang seharusnya dipasok oleh Pertamina

"Harapan kami Pertamina segera melakukan pengadaan tabung baru,” pinta dia.

“Insya Allah, elpiji non-PSO ada peningkatan penjualan. Sekarang gimana peningkatan penjualan kalau tampilannya seperti itu, tidak bagus," jelasnya. 

Baca juga: VIDEO Rekaman CCTV Detik-detik Pencurian 47 Tabung Elpiji 3 Kilogram di Semarang

Untuk satu tabung, katanya, proses pemakaiannya sekitar 25 tahun dan perawatan dilakukan setiap 5 tahun sekali. 

Ia berharap, Pertamina segera mengadakan tabung baru supaya tabung lama dapat ditarik untuk diperbaiki. 

"Kita harap Pertamina segera melakukan pengadaan agar tabung afkir atau tidak layak pakai di konsumen dapat kita tarik dan kita lakukan perawatan," ujar Nahrawi yang juga pemilik SPPBE tersebut. 

Sales Area Manager PT Pertamina Aceh, Sony Indro Prabowo menjelaskan, jumlah tabung yang tidak layak pakai di Aceh berjumlah sekitar 20 ribu tabung.

Tabung-tabung tersebut rencana akan dibawa ke gudang tandem untuk dimusnahkan. 

"Proses perawatan ini memang ada kendala di kami, suplai tabung baru yang memang masih terbatas," kata Sony. 

Baca juga: Tindak Agen dan Pangkalan Nakal, Satreskrim Polres Bener Meriah Sita 48 Tabung Elpiji 3 Kg

"Kami terus berkoordinasi dengan pihak regional dan pusat, memang sudah saatnya tabung-tabung afkir harus kita pindahkan ke gudang di tandem, kita musnahkan dan diganti dengan yang baru," demikian Sony.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved