Kamis, 30 April 2026

Berita Aceh Singkil

Memasuki Hari ke-5, Nelayan Tenggelam di Aceh Singkil belum Ditemukan

Asalman (41) nelayan asal Ujung Sialit, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, yang tenggelam di laut 31 Mei 2022 lalu belum ditemukan

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Camat Pulau Banyak Barat, Mawardi (pakai topi) ikut melakukan pencarian nelayan Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil, yang tenggelam pada 31 Mei 2022 lalu. Korban belum ditemukan hingga hari ke-5 pencarian. 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Asalman (41) nelayan asal Ujung Sialit, Kecamatan Singkil Utara, Kabupaten Aceh Singkil, yang tenggelam di laut 31 Mei 2022 lalu belum ditemukan.  

Operasi pencarian terus dilakukan hingga memasuki hari ke-5, Minggu (5/6/2022) tidak membuahkan hasil. 

Kendati operasi pencarian diperluas dengan melibatkan tim SAR, nelayan serta relawan lainnya.

"Masyarakat masih berusaha mencari, tapi belum berhasil," kata Camat Pulau Banyak Barat, Mawardi, Minggu (5/6/2022). 

Pencarian tidak lagi fokus di lokasi korban tenggelam sekitar 150 meter dari pelabuhan Ujung Sialit. Tetapi menyisir pulau-pulau yang berada di sekitar Ujung Sialit. 

Upaya pencarian juga dilakukan mengikuti arah arus air laut ketika korban tenggelam.

Baca juga: BREAKING NEWS - Perahu Nelayan Terbalik Dihantam Ombak, Ayah Tenggelam, Dua Anak Selamat

Selain memantau dari permukaan air laut, nelayan juga melakukan pencarian dengan menyelam. 

Sayang semua upaya yang dilakukan belum buahkan hasil. Pencarian akan terus dilakukan hingga tujuh hari. 

Asalman tenggelam di laut yang berjarak sekitar 150 meter dari pelabuhan Ujung Sialit, lantaran perahu kayu yang ditumpangi bersama dua anaknya terbalik dihantam ombak, Selasa (31/5/2022) malam.

Sementara dua anaknya berhasil selamat.

Baca juga: Polisi Tahan Aktor Utama Kasus Penembakan Dua Warga Indrapuri

Berikut kronologis kejadian nelayan tenggelam yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber: 

Pada Selasa 31 Mei 2022 pukul 22.30 WIB, Asalman bersama dua anaknya yaitu Erwin Kristian (27) dan Eliesi (11) naik perahu kayu menuju bagan tancap miliknya untuk membuang air.

Saat itu cuaca buruk, berupa ombak besar akibat dipicu hujan angin. 

Dalam perjalanan perahu dayung yang ditumpangi ayah dan anak terbalik dihantam ombak.

Korban berjuang menyelamatkan diri dengan cara berenang. 

Di tengah situasi darurat melintas bagan apung milik Ibezaro Telaumbanua (47) penduduk setempat. Ibezaro langsung memberikan pertolongan.  

Sayangnya hanya Erwin Kristian dan Eliesi yang selamat. Sementara Asalman tak tertolong. 

Baca juga: Ikhlaskan Eril,Ridwan Kamil Tulis Pesan Menyayat Hati Untuk Sungai Aare: Kutitipkan Jasad Anak Kami

Sebelum menghilang tubuh Asalman sempat terlihat dalam posisi telungkup mengapung di laut.

Sayang ketika hendak diselamatkan ombak besar kembali menerjang, sehingga Asalman terlepas dari genggaman Erwin. 

"Karena badai begitu keras menghantam mereka akhirnya si korban lepas dari pegangan anaknya setelah dicoba di angkat ke atas bagan.

Dan terus dilakukan pencarian namun tidak kelihatan lagi," kata Risman Zega warga Ujung Sialit.

Gagal selamatkan sang ayah, Erwin dan Ibezaro segera memberitahu warga. Upaya pencarian kembali dilakukan hingga menjelang pagi, namun tidak membuahkan hasil.(*)

Baca juga: Rp 154 Miliar APBA Ludes Untuk KIA Ladong, Pansus LKPJ: Hanya Ada Air Tebu dan Air Kelapa

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved