Jumat, 10 April 2026

Internasional

Petenis Nomor Satu Dunia Wanita Minta Ukraina Tetap Kuat Menghadapi Invasi Rusia

Iga Swiatek, petenis nomor satu dunia dan juara putri Prancis Terbuka mendesak warga Ukraina tetap kuat menghadapi invasi Rusia.

Editor: M Nur Pakar
AFP/Christophe ARCHAMBAULT
Iga Swiatek dari Polandia berpose dengan trofi Suzanne-Lenglen di Pont de Bir-Hakeim, Paris, Prancis, Minggu (5/6/2022) setelah memenangkan turnamen tenis Roland-Garros Open 2022. 

SERAMBINEWS.COM, PARIS - Iga Swiatek, petenis nomor satu dunia dan juara putri Prancis Terbuka mendesak warga Ukraina tetap kuat menghadapi invasi Rusia.

Juara Polandia itu yang memainkan seluruh turnamen dengan pita warna Ukraina di topinya, membuat pernyataan setelah mengalahkan Coco Gauff, dari Amerika, dalam dua set langsung.

"Saya ingin mengatakan sesuatu tentang Ukraina, tetap kuat, perang masih ada," katanya, seperti dilansir AFP, Minggu (5/6/2022).

Tur tenis putra dan putri telah melarang Rusia dan Belarusia dari kompetisi internasional setelah invasi.

Tetapi mengizinkan pemain dari kedua negara untuk bersaing sebagai pemain netral.

Selain itu, Ukraina mengatakan tidak ada gunanya bernegosiasi dengan Rusia sampai pasukan Moskow mundur sejauh mungkin menuju perbatasan.

Baca juga: Presiden Rusia Kecam Barat, Bantuan Persenjataan ke Ukraina Akan Memperluas Konflik

Mykhailo Podolyak, penasihat presiden Ukraina, membuat komentar ketika ditanya tentang tawaran dari presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Macron ingin menengahi pembicaraan antara Kiev dan Moskow agar perang di Ukraina berakhir.

"Sampai kami menerima senjata dalam jumlah penuh, memperkuat posisi, mendorong Rusia sejauh mungkin ke perbatasan Ukraina, tidak ada gunanya mengadakan negosiasi," kata Podolyak.

Ukraina juga mengumumkan kematian empat sukarelawan militer asing yang memerangi pasukan Rusia.

Legiun Pertahanan Internasional Ukraina, sebuah brigade sukarelawan resmi, mengumumkan orang-orang dari Jerman, Belanda, Australia dan Prancis meninggal.

Tetapi tidak merinci kapan atau dalam keadaan apa.

Baca juga: Ibu Negara Ukraina Ingatkan AS, Tidak Mati Rasa Dengan Berita Suram

"Kami kehilangan saudara-saudara kami dalam pertempuran tetapi keberanian mereka, ingatan dan warisan mereka akan selamanya menginspirasi kami," katanya dalam sebuah pernyataan.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved