Jumat, 10 April 2026

Konflik Amerika vs Iran

Mayoritas Warga AS Dukung Pemakzulan Trump Terkait Perang Iran

Bonifaz menyebut hasil ini sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya di awal masa jabatan seorang presiden.

|
Editor: Faisal Zamzami
Tangkapan Layar YouTube ABC News/WIKIMEDIA COMMONS/ABE MCNATT
Daftar proyek Donald Trump di Indonesia, salah satu yang paling besar dari bisnis Donald Trump di Indonesia adalah proyek Lido. 

Ringkasan Berita:
  • Sebagian besar warga Amerika Serikat menginginkan Kongres memakzulkan Presiden Donald Trump atas kebijakan perangnya terhadap Iran serta sejumlah kebijakan kontroversial lainnya.
  • Hal ini terungkap dalam jajak pendapat terbaru, lebih dari 40 hari setelah koalisi militer AS–Israel melancarkan operasi terhadap Iran.
  • Survei yang dirilis pada Rabu (8/4) waktu setempat menunjukkan bahwa 52 persen pemilih terdaftar mendukung pemakzulan Trump, sementara 40 persen menentangnya.

 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON — Sebagian besar warga Amerika Serikat menginginkan Kongres memakzulkan Presiden Donald Trump atas kebijakan perangnya terhadap Iran serta sejumlah kebijakan kontroversial lainnya.

Hal ini terungkap dalam jajak pendapat terbaru, lebih dari 40 hari setelah koalisi militer AS–Israel melancarkan operasi terhadap Iran.

Menurut laporan Newsweek, survei yang dirilis pada Rabu (8/4) waktu setempat menunjukkan bahwa 52 persen pemilih terdaftar mendukung pemakzulan Trump, sementara 40 persen menentangnya.

Survei tersebut melibatkan 790 responden dan diprakarsai oleh dua kelompok yang menentang kebijakan Trump terhadap Iran, yaitu Impeach Trump Again dan Free Speech for People.

Jajak pendapat dilakukan oleh John Bonifaz, presiden sekaligus salah satu pendiri Free Speech for People, bersama perusahaan survei progresif yang dipimpin oleh Celinda Lake. Margin kesalahan survei ini tercatat sebesar 3,9 persen.

Bonifaz menyebut hasil ini sebagai sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya di awal masa jabatan seorang presiden.

Temuan juga menunjukkan bahwa satu dari tujuh pemilih Partai Republik turut mendukung proses pemakzulan.

Baca juga: Trump Bela Israel soal Serangan ke Lebanon, Sebut Tak Termasuk Gencatan Senjata, Iran Murka

Dukungan publik terhadap pemakzulan ini dinilai muncul lebih cepat dibandingkan era Presiden Richard Nixon, yang sebelumnya menjadi satu-satunya presiden AS dua periode yang menghadapi dukungan mayoritas untuk dimakzulkan.

Pada masa jabatan pertamanya, Dewan Perwakilan Rakyat telah dua kali memakzulkan Trump, namun Senat menolak kedua upaya tersebut.

Saat ini, Trump kembali menghadapi dorongan pemakzulan dari sejumlah anggota Kongres, terutama dari Partai Demokrat, menyusul ancaman dan konflik dengan Iran sejak 28 Februari lalu.

Salah satu tokoh yang vokal menyerukan pemakzulan adalah anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez.

Ia menegaskan bahwa pengumuman gencatan senjata sementara tidak mengubah urgensi pencopotan presiden dari jabatannya.

Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa tindakan presiden telah membahayakan stabilitas global dan kesejahteraan nasional.

Ia juga menekankan bahwa langkah pemakzulan harus segera dipertimbangkan, baik melalui kabinet maupun Kongres.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved