Selasa, 21 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Volodymyr Zelensky: Ukraina Terus Kehilangan Pasukan Hingga 100 Tentara Terbunuh Setiap Hari

Mengingat betapa cepat kematian menimpa pasukan Ukraina di garis depan, kuburan kosong tidak akan bertahan lama.

Editor: Faisal Zamzami
AFP/RONALDO SCHEMIDT
Presiden Volodymyr Zelensky (tengah) berjalan di kota Bucha, tepat di barat laut ibukota Ukraina Kyiv pada 4 April 2022. - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada 3 April 2022 bahwa kepemimpinan Rusia bertanggung jawab atas pembunuhan warga sipil di Bucha, di luar Kyiv , di mana mayat ditemukan tergeletak di jalan setelah kota itu direbut kembali oleh tentara Ukraina. (Photo by RONALDO SCHEMIDT / AFP) 

SERAMBINEWS.COM  - Lebih dari 100 hari berlalu semenjak pasukan Rusia menginjakkan kakinya di Ukraina.

Selama itu pula lah, pasukan Ukraina terus berjuang membela tanah airnya.

Namun, tentara yang tewas dalam peperangan tak dapat terelakkan.

Seiring terus berkurangnya tentara Ukraina, pertanyaan muncul tentang berapa lama lagi mereka bisa bertahan.

Segera setelah para pekerja selesai mengubur seorang kolonel veteran yang terbunuh oleh tembakan Rusia, mereka langsung menyiapkan lubang berikutnya.

Mengingat betapa cepat kematian menimpa pasukan Ukraina di garis depan, kuburan kosong tidak akan bertahan lama.

Dilansir The Associated Press, Kolonel Oleksandr Makhachek gugur meninggalkan istrinya, Elena, dan putri mereka, Olena dan Myroslava-Oleksandra.

Dalam 100 hari pertama perang, makamnya adalah yang makam ke-40 yang digali di pemakaman militer di Zhytomyr, 140 kilometer barat ibukota, Kyiv.

Pemakaman Makhachek dihadiri Jenderal Viktor Muzhenko, kepala staf umum Angkatan Bersenjata Ukraina yang bertugas hingga 2019.

Dia memperingatkan bahwa kerugian dapat memburuk.

"Ini adalah salah satu momen kritis dalam perang, tetapi ini bukan puncaknya," kata Muzhenko kepada The Associated Press.

"Ini adalah konflik paling signifikan di Eropa sejak Perang Dunia II."

"Ini menjelaskan mengapa kerugiannya begitu besar."

"Untuk mengurangi kerugian, Ukraina sekarang membutuhkan senjata kuat yang menandingi atau bahkan melampaui persenjataan Rusia."

"Ini akan memungkinkan Ukraina untuk melawan dengan baik."

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved