Kamis, 28 Mei 2026

Berita Banda Aceh

DPRA Minta Penerbangan Aceh - KL Dibuka Lagi, Guna Dongkrak Pariwisata

Dari Aceh, banyak warga yang berkepentingan menuju Malaysia, mulai dari berobat, mengunjungi keluarga, hingga wisata.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/MUHAMMAD NASIR
ILUSTRASI - Pesawat Air Asia yang baru saja tiba dari Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara, di Bandara Sultan Iskandar Muda, Jumat (3/6/2022). Air Asia kembali membuka rute penerbangan Kuala Namu-Sultan Iskandar Muda. 

Dari Aceh, banyak warga yang berkepentingan menuju Malaysia, mulai dari berobat, mengunjungi keluarga, hingga wisata.

Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Wakil Ketua DPRA, Hendra Budian meminta supaya penerbangan internasional melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar dibuka kembali.

Hal itu untuk memenuhi kebutuhan warga Aceh dan menunjang kebangkitan pariwisata.

Katanya, penerbangan internasional rute Banda Aceh - Kuala Lumpur atau Banda Aceh - Penang sangat strategis untuk Aceh. Karena adanya kebutuhan dari kedua arah.

Dari Aceh, banyak warga yang berkepentingan menuju Malaysia, mulai dari berobat, mengunjungi keluarga, hingga wisata.

Sebaliknya, dari Malaysia banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke Aceh.

Untuk diketahui,  selama ini pasar pariwisata Aceh adalah Malaysia. Sebelum pandemi, wisatawan asing yang datang ke Banda Aceh, Sabang maupun dataran tinggi Gayo kebanyakan dari Malaysia.

"Penerbangan internasional dari Aceh ke Malaysia sangat penting,  karena andalan wisata Aceh adalah wisatawan Malaysia, sebaliknya orang Aceh banyak yang butuh ke Malaysia juga, seperti berobat," ujarnya.

Oleh karena itu, Hendra meminta pemerintah supaya segera mengeluarkan izin untuk penerbangan internasional melalui Aceh.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Aceh, Teuku Faisal mengatakan, saat Pemerintah Aceh sudah melayangkan surat ke Pemerintah Pusat meminta supaya izin penerbangan internasional di Aceh segera diberikan.

Karena banyak warga Aceh memiliki kebutuhan untuk rute internasional.

"Kami sudah bersurat ke Kementerian Perhubungan, supaya dilihat kembali kemungkinan Aceh dibuka kembali sebagai entri point bagi pelaku perjalanan dengan penerbangan internasional l," ujar Faisal.

Katanya, saat ini ada 10 bandara di Indonesia yang dapat izin melayani penerbangan internasional.

Namun, seiring membaiknya kondisi Covid-19,  T Faisal yakin Aceh juga akan diizinkan melayani rute internasional.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved