Selasa, 12 Mei 2026

Wabah PMK

Meningkat Tajam, 3.956 Ternak Terindikasi PMK di Aceh Utara, Kecamatan Cot Girek Paling Banyak

Untuk diketahui kasus PMK pertama kali ditemukan di Aceh Utara pada 11 Mei 2022 di Desa Langkahan Kecamatan Langkahan oleh petugas setelah mendapat la

Tayang:
Penulis: Jafaruddin | Editor: Ansari Hasyim
Dok Pribadi
Sekretaris Disbunnak dan Keswan Aceh Utara Drh Muzakir 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Ternak yang terindikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di sejumlah kecamatan dalam Kabupaten Aceh Utara, terus meningkat tajam.

Bahkan dalam sepekan hari terakhir ini terjadi peningkatan yang signifikan kasus PMK tersebut di Aceh Utara.

Data yang diperoleh Serambinews.com, dari Dinas Perkebunan Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disbunnak dan Keswan) Aceh Utara, pada 6 Juni 2022 jumlah ternak yang terindikasi PMK mencapai 3.956 ekor.

Dari jumlah itu, 3.535 ekor sapi dan sisanya, 421 ekor adalah kerbau.

Jumlah terbanyak sapi yang terindikasi PMK di Kecamatan Cot Girek yaitu 894 ekor, Tanah Jambo Aye 973 ekor dan Lhoksukon 512 ekor.

Stok Obat PMK Kosong di Pidie, Dinas Order ke Medan

Sedangkan untuk kerbau terbanyak terindikasi PMK di Kecamatan Cot Girek mencapai 409 ekor dan di kecamatan Samudera 10 ekor dan Kuta Makmur 3 ekor.

Sedangkan jumlah ternak yang sudah sembuh sekarang sudah mencapai 685 ekor.

“Jumlah sapi yang terindikasi sudah mencapai 3.956 ekor,” ujar Kepala Disbunnak dan Keswan Aceh Utara Ir Lilis Indriansyah MP melalui Sekretaris, Drh Muzakir kepada Serambinews.com, Senin (6/6/2022).

Dari jumlah itu, jumlah ternak yang mati enam ekor yaitu, di Kecamatan Kecamatan Cot Girek satu ekor kerbau dan dua ekor sapi.

Kemudian di Kecamatan Seunuddon dua ekor sapi, dan di Kecamatan Baktiya satu ekor sapi.

Artinya jumlah yang sudah sembuh dengan yang mati, jauh lebih banyak yang berhasil disembuhkan.

Untuk diketahui kasus PMK pertama kali ditemukan di Aceh Utara pada 11 Mei 2022 di Desa Langkahan Kecamatan Langkahan oleh petugas setelah mendapat laporan dari masyarakat.

Gejalanya luka di mulut dan kaki (kuku hampir lepas), tidak bisa makan dan kondisi sangat lemah.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved