Minggu, 10 Mei 2026

Wabah PMK

Puluhan Ternak di Pidie Mulai Terserang PMK, 20 Ekor Lembu Sembuh, Satu Dipotong

Menurutnya, untuk menindaklanjuti kasus PMK di Pidie, Distanpang Pidie telah melakukan berbagai upaya untuk memutuskan mata rantai virus mematikan bag

Tayang:
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/RASIDAN
Sapi milik warga di Gayo Lues yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK bertambah. Hingga Senin (6/6/2022), jumlah sapi yang terjangkit PMK di Gayo Lues dari berbagai kecamatan menjadi tujuh ekor atau bertambah tiga dari sebelumnya empat ekor. Satu di antaranya mati, yakni Sapi Bali di Desa Rerebe, Kecamatan Tripe Jaya.  

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Puluhan ternak di Pidie terserang Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK.

Data dikeluarkan Dinas Pertanian dan Pangan atau Distanpang Pidie mencatat 27 ekor lembu telah terkena PMK.

Saat ini, 20 ekor telah sembuh dan satu dipotong.

"Sebanyak 27 ekor hewan ternak warga telah terindikasi PMK. Saat ini telah sembuh 20 ekor dan 1 ekor telah dipotong paksa," kata Kepala Distanpang Pidie, Hasballah SP MM, kepada Serambinews.com, Senin (6/6/2022).

Ia menyebutkan, 6 ekor hewan ternak yang positif PMK telah divaksin dan dalam pamantauan petugas Distanpang Pidie.

Sapi Terjangkit PMK di Gayo Lues Bertambah, Satu Mati, Ini Rinciannya

Namun, Distanpang Pidie tidak bersedia membeberkan lokasi hewan ternak yang terindikasi PMK tersebut.

Dengan begitu, belum diketahui hewan ternak yang positif terkena PMK berada di kecamatan mana di Pidie.

Menurutnya, untuk menindaklanjuti kasus PMK di Pidie, Distanpang Pidie telah melakukan berbagai upaya untuk memutuskan mata rantai virus mematikan bagi hewan ternak.

Antara lain, Distanpang Pidie telah melakukan koordinasi dengan Polres Pidie dengan melibatkan dokter hewan.

Lalu, melaksanakan sosialisasi terhadap petani ternak, mulai dari menjaga, cara pencegahan hingga penanganan ternak yang terindikasi PMK.

Kemudian, kata Hasballah, Distanpang Pidie juga melakukan edukasi kepada masyarakat memelihara hewan ternak, agar tetap sehat.

Lalu, petugas melakukan pengecekan hewan di pasar hewan di pasar hewan Beureunuen dan Padang Tiji. Pengecekan kesehatan hewan di pasar hewan melibatkan dokter hewan.

Tak hanya itu, sebut Hasballah, melakukan penyemprotan menggunakan desinfektan untuk menghambat penyebaran penyakit yang menyebabkan PMK.

Kemudian, pemberian antibiotik dan vitamin untuk hewan ternak, guna meningkatkan kekebalan tubuh dari serangan virus penyakit.

Warga harus senantiasa menjaga kesehatan hewan ternaknya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved