Breaking News:

Berita Banda Aceh

Tekait Bandara SIM tak Lagi Jadi Entry Point Penerbangan Internasional, Gubernur Aceh Surati Menteri

Dalam surat itu, kata MTA, Gubernur meminta Menhub untuk dapat dibuka kembali Bandara SIM sebagai entry point penerbangan internasional.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Nur Nihayati
KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
ILUSTRASI - pesawat air asia 

Dalam surat itu, kata MTA, Gubernur meminta Menhub untuk dapat dibuka kembali Bandara SIM sebagai entry point penerbangan internasional.

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar saat ini tidak lagi menjadi entry point penerbangan internasional. 

Aturan ini sesuai dengan Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 19 tahun 2022 tentang protocol kesehatan perjalanan luar negeri pada masa pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19.

Menanggapi hal itu, Gubernur Aceh Nova Iriansyah melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh Muhammad MTA mengatakan Pemerintah Aceh sudah menyurati Menteri Perhubungan (Menhub) pada 14 April 2022.

Dalam surat itu, kata MTA, Gubernur meminta Menhub untuk dapat dibuka kembali Bandara SIM sebagai entry point penerbangan internasional.

Baca juga: Bacok Warga Pakai Celurit Hingga Meninggal, ODGJ Tewas Diamuk Massa di Musi Rawas

Baca juga: Gerebek Sejoli Mesum, 3 Pria Malah Ikutan Minta Jatah Gilir Siswi SMP

Baca juga: Jelang Bergulirnya Liga 2, Dek Gam Persilahkan Pihak Lain Ambil Alih Persiraja Banda Aceh, Ada Apa?

Dalam surat tersebut ada 2 hal yang diusulkan terkait hal ini; Pertama, perjalanan internasional secara umum. Kedua, perjalanan internasional Embarkasi Haji.

"Alhamdulillah untuk Embarkasi Haji telah terealisasi dan sudah dikeluarkannya Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 19/2022," sebut MTA.

"Namun untuk penerbangan umum belum direalisasi pusat mungkin masih dalam kajian kementerian terkait dalam hal tahapan menghadapi pandemi menuju endemi," tambahnya.

Secara khusus, pada 3 Juni 2022 Gubernur juga telah menyurati Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Gubernur Aceh meminta dukungan Menko Bidang Perekonomian agar Bandara SIM dapat ditetapkan kembali sebagai Entry Point Penerbangan Internasional, tidak hanya perjalanan Haji tetapi juga untuk Penerbangan Internasional lainnya termasuk umrah untuk pertumbuhan ekonomi dan pariwisata.

"Dari semua proses yang telah dan sedang terus dilakukan oleh Pemerintah Aceh, serta dukungan  semua pihak saat ini mudah-mudahan bandara SIM dapat kembali menjdi Entry Point Penerbangan Internasional paska pandemi covid-19," tutup MTA.(*) 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved