Selasa, 21 April 2026

Internasional

Malaysia dan Indonesia Kutus India, Dubes Dipanggil, Kasus Penghinaan Terhadap Nabi Muhammad

Pemerintah Malaysia dan Indonesia sama-sama mengutuk keras India atas kasus penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Editor: M Nur Pakar
AFP/Narinder NANU
Aktivis dari berbagai organisasi Sikh dibawah Partai Bharatiya Janata meneriakkan slogan-slogan setelah berdoa di Kuil Emas dalam rangka peringatan 38 tahun Operasi Bintang Biru, di Amritsar, India, Senin (6/6/2022). 

SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia dan Indonesia sama-sama mengutuk keras India atas kasus penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Kedua negara sama-sama memanggil Duta Besar India di negara masing-masing.

Hal itu atas pernyataan "menghina" yang dibuat tentang Nabi Muhammad SAW oleh dua pejabat dari partai penguasa negara Asia Selatan itu, kata kementerian luar negeri mereka Selasa.

Kemarahan telah menyebar ke seluruh dunia Arab dan negara Muslim, dengan berbagai negara Timur Tengah memanggil utusan New Delhi dan supermarket Kuwait mengosongkan produk India.

Pernyataan juru bicara Partai Bharatiya Janata Party (BJP) pimpinan Perdana Menteri India Narendra Modi, yang telah diberhentikan memicu kehebohan.

Pejabat lain, kepala media partai untuk New Delhi, memposting tweet minggu lalu tentang Nabi Muhammad yang kemudian dihapus.

Baca juga: Supermarket Kuwait Kosongkan Produk India, Protes Penghinaan Terhadap Nabi Muhammad

Juru bicara kementerian luar negeri Indonesia Teuku Faizasyah kepada AFP Selasa (7/6/2022) mengatakan Duta Besar India di Jakarta, Manoj Kumar Bharti, dipanggil pada Senin (6/6/2022).

Pemerintah langsung mengajukan keluhan tentang retorika anti-Muslim.

Dalam sebuah pernyataan yang diposting di Twitter, kementerian mengatakan Indonesia, negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar sangat mengutuk pernyataan menghina yang tidak dapat diterima yang dibuat oleh dua politisi India terhadap Nabi Muhammad.

Tweet itu tidak menyebutkan nama para pejabat, tetapi merupakan referensi yang jelas kepada juru bicara BJP Nupur Sharma dan kepala media partai Delhi Naveen Jindal, yang dikeluarkan dari BJP,

Malaysia juga tanpa syarat mengutuk pernyataan menghina oleh politisi India.

Baca juga: VIDEO Boikot India Trending DiTwitter, Buntut Kasus Nupur Sharma yang Diduga Hina Nabi Muhammad SAW

Kementerian Luar Negeri Malaysia pada Seasa (7/6/2022) malam mengatakan mereka telah menyampaikan penolakan total kepada utusan India.

"Malaysia menyerukan India untuk bekerja sama dalam mengakhiri Islamofobia dan menghentikan tindakan provokatif untuk kepentingan perdamaian dan stabilitas," katanya.

Partai Modi, yang dalam dekade terakhir telah membangun dominasi di India dengan memperjuangkan identitas Hindu, sering dituduh melakukan kebijakan diskriminatif terhadap minoritas Muslim.

Pada Minggu (5/6/2022), BJP memberhentikan Sharma karena mengungkapkan pandangan yang bertentangan dengan posisi partai.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved