Rabu, 6 Mei 2026

Berita Aceh Singkil

Operasi Pencarian Nelayan Tenggelam di Aceh Singkil Dihentikan

"Sudah (diberhentikan) kemarin dan hasilnya nihil," kata Yudistira Sekretaris Satgas Search and Rescue (SAR) Kepulauan Banyak, Rabu (8/6/2022).

Tayang:
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
For Serambinews.com
Tim SAR melakukan pencarian nelayan Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Aceh Singkil, yang tenggelam, pada 31 Mei 2022 lalu. 

"Sudah (diberhentikan) kemarin dan hasilnya nihil," kata Yudistira Sekretaris Satgas Search and Rescue (SAR) Kepulauan Banyak, Rabu (8/6/2022).

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil 

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Operasi pencarian Asalman (41) nelayan Desa Ujung Sialit, Kecamatan Pulau Banyak Barat, Kabupaten Aceh Singkil, sudah dihentikan sejak, Selasa (7/6/2022).

Korban tidak ditemukan, kendati upaya pencarian telah dilakukan dengan melibatkan tim gabungan SAR dan relawan lain.

Operasi pencarian dihentikan, sebab berdasarkan Standard Operating Procedure (SOP) pencarian berlangsung selama tujuh hari sejak dinyatakan hilang. 

"Sudah (diberhentikan) kemarin dan hasilnya nihil," kata Yudistira Sekretaris Satgas Search and Rescue (SAR) Kepulauan Banyak, Rabu (8/6/2022).

Menurut Yudistira, kendati telah dihentikan akan tetapi sesuai SOP tetap dilakukan pemantauan selama tiga hari.

Jika ditemukan tanda, operasi pencarian kembali dilanjutkan,

"Jika ditemukan tanda-tanda, baru operasi dimungkinkan dibuka kembali," ujar Yudistira.

Baca juga: Sempat Hilang Terbawa Arus Hingga ke Ujong Blang, Dua Nelayan Julok Akhirnya Pulang dengan Selamat

Asalman tenggelam di laut pada 31 Mei 2022, akibat perahu dayung yang ditumpangi bersama dua anaknya terbalik dihantam ombak sekitar 150 meter dari Pelabuhan Ujung Sialit. 

Sementara dua anaknya berhasil selamat.

Berikut kronologis kejadian nelayan tenggelam yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber: 

Pada Selasa 31 Mei 2022 pukul 22.30 WIB, Asalman bersama dua anaknya yaitu Erwin Kristian (27) dan Eliesi (11) naik perahu kayu menuju bagan tancap miliknya untuk membuang air.

Saat itu cuaca buruk, berupa ombak besar akibat dipicu hujan angin. 

Dalam perjalanan perahu dayung yang ditumpangi ayah dan anak terbalik dihantam ombak.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved