Selasa, 2 Juni 2026

Berita Jakarta

Perubahan Iklim Ganggu Produksi Bawang Merah, Sensitif terhadap Hujan

Cuaca ekstrem yang silih berganti beberapa waktu terakhir turut berdampak pada penurunan produksi bawang merah nasional

Tayang:
Editor: bakri
SERAMBINEWS.COM/RASIDAN
Ini salah satu hasil panen petani untuk bawang merah kategori sedang di Kabupaten Gayo Lues, dengan harga jualnya berkisar Rp 15.000- Rp 18.000 per kilogram, Sabtu (9/4/2022). 

JAKARTA - Cuaca ekstrem yang silih berganti beberapa waktu terakhir turut berdampak pada penurunan produksi bawang merah nasional.

Efek berupa kenaikan harga signifikan hingga ke tangan konsumen tidak terbendung.

Di sisi lain, permintaan bawang merah tengah mengalami lonjakan karena aktivitas pemulihan ekonomi.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI), Ikhwan Arif, menuturkan, kondisi cuaca yang dirasakan pada pertengahan tahun ini jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

"Penurunan produksi di bulan April-Mei kemungkinan hampir 80 persen, sedangkan permintaan masyarakat sedang meningkat hampir 60 persen.

Jadi ini mengagetkan," ujar Ikhwan, Jumat (10/6/2022).

Ia pun menuturkan terdapat fenomena alam yang tak biasa terjadi di sentra bawang merah wilayah pantai Utara Jawa.

Baca juga: Miris Nasib Petani Bawang di Gayo Lues, Harga Melonjak Saat belum Masuki Musim Panen

Baca juga: Selama Satu Pekan, Harga Eceran Bawang Merah di Pidie Melambung

Pada periode seperti sekarang, biasanya terdapat siklus kecepatan angin dari arah barat yang cukup tinggi.

Tahun ini, siklus itu tidak terjadi.

"Dan, kalau orang laut (nelayan) bilang, itu menandakan akan terjadi banjir rob dan ikan akan melimpah.

Itu kejadian, sentra bawang kebanjiran harga mahal, tapi harga ikan sekarang murah.

Itu berdasarkan kejadian," kata Ikhwan.

Tercatat, harga bawang merah dari tingkat petani sudah naik lebih dari Rp 30 ribu per kilogram (kg) lebih rendah dari harga biasa di bawah Rp 20 ribu per kg.

Kenaikan harga mau tak mau harus terjadi agar petani bisa mempertahankan usahanya di tengah kegagalan produksi.

Terlepas dari fenomena alam yang terjadi, Ikhwan mengatakan, area pertanaman bawang merah terus mengalami kenaikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved