Berita Pidie
Rumah Korban Puting Beliung Belum Direhab
Puluhan rumah yang terkena puting beliung di Pidie belum direhab oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie
Sebab, musibah angin kencang tslah lama terjadi.
" Sangat disayangkan rumah warga yang terkena puting beliung belum direhab.
Padahal, musibah bencana itu terjadi Mei 2022," pungkasnya.
37 Kasus Kebakaran Selama Dua Bulan
Sementara Kabid Kesiapsiagaan dan Damkar BPBD Pidie, Syahrial, kepada Serambi, Sabtu (11/6/2022) menyebutkan, BPBD Pidie mencatat 37 kebakaran yang terjadi mulai Mei hingga Juni 2022 atau selama dua bulan terakhir.
Kasus kebakaran tinggi disebabkan warga membakar sampah hingga arus pendek listrik.
Kebakaran itu tidak menimbulkan korban jiwa, kecuali harta benda yang gagal diselamatkan.
" Kebakaran di Pidie penyebabnya dominan konslek listrik dan bakar sampah," sebutnya.
Ia menjelaskan, seperti kebakaran rumah di Gampong Baro terjadi rata dengan tanah, lantaran pemilik baru mengetahui saat pulang ke rumah.
Di mana saat itu api telah membumbung besar.
Kata Syahrial, kendala petugas saat memadamkan api karena masyarakat tidak membuka akses jalan bagi petugas.
Sebab, selama ini akses jalan sempit.
" Seharusnya sebelum tiba di lokasi, warga harus duluan membuka akses jalan bagi mobil pemadam," jelasnya.
Ia menyebutkan, data BPBD Pidie yang mencatat 37 kebakaran.
Rincian rumah 10 unit dan selebihnya sarana umum, bilik pesantren serta rumpun bambu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kabid-Kesiapsiagaan-dan-Damkar-BPBD-Pidie-Syahrial.jpg)