Kamis, 23 April 2026

Konflik Rusia vs Ukraina

Serangan Artileri Ukraina Tewaskan Ratusan Tentara Bayaran Rusia

Hasil dari serangan tersebut diyakini sebagai kehilangan terbesar bagi Rusia sejak invasi dimulai pada 24 Februari lalu.

Editor: Faisal Zamzami
AFP/RONALDO SCHEMIDT
Presiden Volodymyr Zelensky (tengah) berjalan di kota Bucha, tepat di barat laut ibukota Ukraina Kyiv pada 4 April 2022. - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada 3 April 2022 bahwa kepemimpinan Rusia bertanggung jawab atas pembunuhan warga sipil di Bucha, di luar Kyiv , di mana mayat ditemukan tergeletak di jalan setelah kota itu direbut kembali oleh tentara Ukraina. (Photo by RONALDO SCHEMIDT / AFP) 

SERAMBINEWS.COM, LUHANSK - Serangan artileri Ukaina disebut telah tewaskan ratusan tentara bayaran dari kelompok kontraktor militer Wagner.

Dilaporkan hanya ada satu orang yang selamat karena serakan tersebut.

Insiden tersebut dilaporkan terjadi di sebuah arena olahraga di Kadiivka, Ukraina timur.

Dikutip dari The Sun, Jumat (10/6/2022), sekitar 300 tentara bayaran Rusia tewas dalam serangan itu.

Hasil dari serangan tersebut diyakini sebagai kehilangan terbesar bagi Rusia sejak invasi dimulai pada 24 Februari lalu.

Gubernur Luhansk Serhiy Haidai mengungkapkan, pasukan Ukraina menyerang markas tentara bayaran itu dengan tembakan artileri berat.

“Angkatan Bersenjata Ukraina melancarkan serangan dengan sasaran yang tepat. Hanya satu penjajah yang selamat,” katanya.

Baca juga: Rusia Gelar Latihan Militer di Laut Baltik, Kerahkan 60 Kapal dan 40 Pesawat, Pesan Tegas Untuk NATO

Baca juga: Pasukan Rusia Saling Serang di Hutan Ukraina, Bagaimana Bisa?

Gambar yang dibagikan di media sosial menunjukkan lokasi yang diserang dalam keadaan hanur dan terbakar.

Pekerja darurat dengan helm oranye terlihat melakukan pencarian di sekitar reruntuhan.

kelompok Wagner dipercaya telah ditugaskan Putin untuk beroperasi di Ukraina secara rahasia sejak aneksasi Crimea pada 2014.


Rusia menggunakan fasilitas olahraga itu sebagai markas sejak menyelinap ke Ukraina pada 2014 lalu.

Sebelum melakukan penyerangan pada Februari yang Putin sebut sebagai operasi militer khusus, Kremlin telah mendukung pemberontak di wilayah Donbas.

Kelompok Wagner dianggap sebagai tentara pribadi Putin, dan telah beroperasi di seluruh dunia, diam-diam mendukung kegiatan Rusia di Timur Tengah dan Afrika.

Putin diyakini menggunakan kelompok itu memberikan penyangkalan yang masuk akal, karena mereka tak secara eksplisit terikat dengan Kremlin.

Sumber: The Sun/Kompas.TV

 

Baca juga: Tarif BPJS Kesehatan Terbaru: Disesuaikan dengan Gaji Peserta, Kelas 1, 2, dan 3 Dihapus

Baca juga: Sosok Komjen Pol Anang Revandoko, Dankor Brimob Polri Dikukuhkan Jadi Jenderal Bintang 3

Baca juga: Katibul Wali Terima Penghargaaan Gubernur Aceh, Juara Sayembara Antar SKPA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved