Video
VIDEO Penyebab Jasad Eril Utuh Meski Sudah Tenggelam 14 Hari di Sungai Aare
Jasad Emmeril Kahn Mumtadz atau yang akrab disapa Eril sudah meninggalkan Swiss dan diterbangkan menuju Indonesia.
SERAMBINEWS.COM - Jasad Emmeril Kahn Mumtadz atau yang akrab disapa Eril sudah meninggalkan Swiss dan diterbangkan menuju Indonesia.
Hari ini Minggu (12/6/2022) jasad Eril dijadwalkan tiba di Bandung. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil disebut satu pesawat dengan jasad Eril.
Jasad ditemukan di Bendungan Engehalde di Sungai Aare, Kota Bern, Swiss pada Rabu, (8/6/2022) lalu.
Jasad putra sulung Ridwan Kamil itu ditemukan dalam keadaan utuh, setelah 14 hari masa pencarian di sekitar Sungai Aare.
Melalui cuitan Ridwan Kamil di Twitter, ia menyampaikan bahwa jasad Eril ditemukan utuh setelah dua minggu tenggelam di Sungai Aare.
Penjelasan ahli forensik terkait jasad Eril yang masih utuh pada korban kecelakaan di perairan, termasuk tenggelam, bukan tidak mungkin jasadnya ditemukan masih dalam keadaan utuh.
Kepala Departemen Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), dr Ade Firmansyah menjelaskan secara ringkas proses pembusukan pada jasad yang tenggelam.
Dia menjelaskan bahwa semua jenazah akan membusuk akibat bakteri dan penguraian sel-sel mati di dalam tubuh.
jasad di dalam air, pembusukannya akan dua kali lebih lambat daripada di ruang terbuka, atau bisa bertahan selama 2x24 jam.
Berdasarkan pernyataan Ridwan Kamil, air di dasar Sungai Aare sedingin kulkas yang jika diperkirakan suhunya mencapai sekitar empat derajat celcius.
Ade menjelaskan, di suhu dingin tersebut, jasad manusia bisa bertahan selama satu bulan tanpa proses pembusukan.
Kemudian bersihnya Sungai Aare dari sampah kayu juga dikatakan berkontribusi dalam mencegah jasad Eril dari luka yang dapat mempercepat pembusukan. (Kompas.com)
Editor: Syamsul Azman
Baca juga: Kakak Ridwan Kamil Jelaskan Kedatangan Pengiring Jenazah Eril di Indonesia, Sholat hingga Pemakaman
Baca juga: Haru, Geraldine Beldi Guru SD yang Temukan Jasad Eril Tulis Pesan Ini untuk Ridwan Kamil