Konflik Rusia vs Ukraina
Ditembak Militer Rusia, Pabrik Kimia di Kota Ukraina Timur Terbakar
Penembakan Rusia terhadap pabrik kimia Azot di kota Sievierodonetsk, Ukraina timur, memicu kebakaran besar pada Sabtu (11/22).
Pasukan Ukraina telah terbukti lebih tangguh dari yang diharapkan, tetapi, dalam sebuah laporan pada hari Jumat, Institut Studi Perang yang berbasis di AS mengatakan bahwa ketika mereka menggunakan sisa senjata dan amunisi era Soviet mereka, mereka akan membutuhkan senjata Barat yang konsisten untuk transisi ke pasokan dan sistem Barat yang baru.
Lembaga itu mengatakan artileri yang efektif akan "semakin menentukan dalam pertempuran yang sebagian besar statis di Ukraina timur."
Pada hari Sabtu, surat kabar Jerman Bild am Sonntag, mengutip sumber-sumber pemerintah Prancis dan Ukraina, mengatakan Kanselir Jerman Olaf Scholz akan melakukan perjalanan ke Kyiv dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Italia Mario Draghi sebelum KTT Kelompok Tujuh pada akhir Juni.
Seorang juru bicara pemerintah Jerman mengatakan kepada Reuters bahwa mereka tidak dapat mengkonfirmasi laporan tersebut dan Istana Elysee di Paris dan pemerintah Italia tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Tak satu pun dari tiga pemimpin telah ke Kyiv sejak invasi 24 Februari Moskow ke Ukraina.
Macron telah berusaha untuk mempertahankan dialog dengan Presiden Rusia Vladimir Putin sejak perang dimulai, sebuah sikap yang oleh beberapa negara timur dan Baltik dianggap merusak upaya untuk mendorongnya ke meja perundingan.
Presiden Volodymyr Zelenskiy membuat catatan menantang pada hari Sabtu.
"Kami pasti akan menang dalam perang yang telah dimulai Rusia ini," katanya dalam konferensi di Singapura melalui tautan video. "Di medan perang di Ukraina, aturan masa depan dunia ini sedang diputuskan," ucapnya.
Moskow beralih untuk memperluas kendali di wilayah Donbas timur, di mana separatis pro-Rusia telah menguasai sebagian besar wilayah sejak 2014, setelah dipaksa untuk mengurangi tujuan kampanye awalnya yang lebih luas.
Serangan Rusia mematikan listrik di dua kota terbesar yang dikuasai Ukraina di Donetsk pada Sabtu, Kramatorsk dan Sloviansk, kata Gubernur regional Pavlo Kyrylenko.
Berbicara di televisi nasional, dia mengatakan itu adalah bagian dari strategi Rusia yang disengaja untuk memutus aliran listrik di kota-kota di Donetsk yang tetap berada di tangan Ukraina.
Baca juga: Pria di Palangkaraya 10 Kali Cabuli Anak 11 Tahun, Pelaku Sering Berhubungan Badan dengan Tantenya
Baca juga: Aceh Juara Miskin Lagi, Siapa yang Harus Bertanggungjawab?
Baca juga: Tur de Kopi Gayo Trans Sumatera, Seniman Baca Mantra Kopi Sengkewe di Dekat Bandara Kualanamu
Kontan dengan judul Penembakan Rusia Picu Kebakaran Pabrik Kimia di Kota Ukraina Timur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Kebakara-di-Kharkiv-Ukraina1.jpg)