Rabu, 20 Mei 2026

Rempah

Rempah di Indonesia Dibutuhkan Dunia

Apakah itu Kerajaan Samudera Pasai, Kerajaan Aceh Darussalam. Banyak juga spot-spot lain yang bisa kita jadikan sebagai tempat jalur rempah, apakah it

Tayang:
Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/ARDI
Dedi Satria, SS yang juga anggota Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) ) dan Drs Nurmantias (Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh Sumut), menjadi narasumber talkshow bersama Biro Isra Provinsi Aceh dengan tema “Spot Dan Titik Peninggalan Arkeologi Jalur Rempah Aceh” di Radio Serambi FM 90.2, Senin (13 /6/2022). Talkshow dipandu host Cut Eva Magfira. 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Rempah-rempah yang ada di Indonesia dibutuhkan oleh masyarakat dunia serta Eropa, baik itu pala, cengkeh, kayu manis, lada dan bunga pala.

Komoditas tersebut paling dicari dan paling berharga di dunia saat itu.

Hal ini disampaikan Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Aceh Sumut, Drs Nurmatias saat menjadi narasumber dalam talkshow dengan tema "Spot dan Titik Peninggalan Arkeologi Jalur Rempah Aceh", yang disiarkan live di Radio Serambi FM 90,2 MHz, Facebook Serambi FM, Senin (13/6/2022).

Turut hadir juga Anggota Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), Dedi Satria SS yang dipandu Host, Cut Eva.

Dalam kesempatan itu, Nurmatias menyampaikan ada dua kajian besar yang melingkupi kegiatan rempah.

"Apakah itu Kerajaan Samudera Pasai, Kerajaan Aceh Darussalam. Banyak juga spot-spot lain yang bisa kita jadikan sebagai tempat jalur rempah, apakah itu pelabuhan," sebutnya.

Arkeolog Sebut Singkil Lama Jalur Rempah Dunia, Jadi Buruan Bangsa Firaun Hingga Penjajah Eropa 

Dikatakan, jalur rempah yang menghubungkan hampir setiap daerah di Indonesia diyakini telah dimulai sejak ribuan tahun yang lalu, beriringan dengan jalur sutra cina, jauh sebelum kedatangan bangsa barat.

Dengan letak geografis yang sangat strategis di Selat Malaka, jalur rempah juga pernah dinikmati dan dikuasai oleh Aceh beberapa abad silam, mulai dari perdagangan, produksi, bahan hingga sejarah perjuangan rempah dari berbagai negara kolonial, terutama Belanda.

"Makanya dalam tiga tahun kedepan kami berusaha untuk melaksanakan jalur rempah ini. Ujung-ujungnya dapat diterima sebagai warisan budaya dunia," sebutnya.

Selain bahan rempah-rempah yang berkualitas dan berlimpah, jalur rempah juga menelaah peranan bandar-bandar (pelabuhan) di pesisir laut Nusantara serta jalur transportasi pasokan bahan dari pedalaman hingga masuk ke kapal-kapal pedagang bangsa lain.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved