Selasa, 2 Juni 2026

Rumah Amal USK

Rumah Amal USK Ciptakan Entrepreneur Muda

Kita ingin mengubah persepsi bahwa sekarang bukan saatnya lagi untuk mencari pekerjaan, namun sebaliknya, kita ciptakan lapangan pekerjaan tersebut

Tayang:
Editor: IKL
For Serambinews.com
Direktur Rumah Amal USK, Tedy Kurniawan Bakri, M.Farm, Apt, Gunawan, mahasiswa penerima manfaat, Warek 3 USK, Prof Dr Mustanir, M.Sc, Uci Ramadani, mahasiswi penerima manfaat, Sarika Zuhri, ST, MT, dari UPT Kewirausahaan USK, dan Nurma Sari SHI, M.EI, Bendahara Rumah Amal USK berfoto bersama usai penyerahan modal usaha kepada para penerima Selasa, (14/6/2022) di ruang Adnan Ganto Multimedia Center UPT Perpustakaan USK. 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sebanyak 118 mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) dari berbagai fakultas dinyatakan lulus sebagai penerima program Entrepreneur Club Rumah Amal (ECRA) dari Rumah Amal Masjid Jamik USK yang bekerja sama dengan UPT Kewirausahaan USK.

Program ECRA merupakan salah satu program unggulan Rumah Amal dalam bentuk pemberdayaan ekonomi berupa pemberian modal usaha kepada mahasiswa jenjang D3/S1 di USK yang memiliki usaha atau ide bisnis dan berasal dari keluarga kurang mampu.

118 mahasiswa penerima program ECRA tersebut terbagi kedalam 34 kelompok dengan beragam ide usaha yang potensial.

Penyerahan modal usaha kepada para penerima dilaksanakan pada hari Selasa, (14/6/2022) di ruang Adnan Ganto Multimedia Center UPT Perpustakaan USK yang diawali dengan kegiatan seminar motivasi kewirausahaan yang bertajuk “Dari Mahasiswa Menjadi Saudagar Muda”.

Penyerahan ini yang dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni USK Prof Dr Mustanir, M.Sc, Direktur Rumah Amal Tedy Kurniawan Bakri, M.Farm, Apt, serta Perwakilan dari UPT Kewirausahaan USK yaitu Sarika Zuhri ST, MT.

Sementara yang menjadi pemateri seminar motivasi kewirausahaan adalah Mahdi Muhammad SE, Ak, pemilik kebun kurma Barbate dan Ketua Baitul Mal Barbate.

Baca juga: Harga Sawit Kembali Jatuh di Aceh Singkil, Ini Rincian Detailnya

Baca juga: Jelang Liga 2, Anggota DPRK Banda Aceh Ini Ajak Semua Pihak Selamatkan Persiraja

Dalam sambutannya, Direktur Rumah Amal, Amal Tedy Kurniawan Bakri, M.Farm, Apt, mengungkapkan, program ECRA ditujukan khusus kepada para mahasiswa USK untuk ditempa menjadi calon entrepreneur muda. ECRA diharapkan menjadi motivasi agar mahasiswa mampu mengembangkan ide dan potensi dalam berbisnis, mampu berdikari serta mandiri.

"Kita ingin mengubah persepsi bahwa sekarang bukan saatnya lagi untuk mencari pekerjaan, namun sebaliknya, kita ciptakan lapangan pekerjaan tersebut melalui berwirausaha”, ujarnya.

Tedy menambahkan, Rumah Amal dan UPT Kewirausahaan siap memberikan pendampingan dan pembinaan kepada para mahasiswa penerima program ECRA agar usaha dapat berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan.

Seleksi program ECRA telah berlangsung sejak bulan April hingga Awal Juni 2022. Proses seleksi terdiri dari beberapa tahapan, diantaranya tahap pendaftaran dimana mahasiswa yang mendaftar berupa tim (terdiri dari 3-5 orang) dan wajib melampirkan surat keterangan kurang mampu, dilanjutkan dengan tahap verifikasi berkas dan kelayakan mustahik untuk memastikan bahwa dana zakat yang disalurkan melalui program ECRA ini benar-benar tepat sasaran, tahap wawancara untuk menggali informasi lebih detil terkait potensi ide usaha dan komitmen mahasiswa untuk menjalankan usaha, tahap pengumuman hasil seleksi, penyerahan modal usaha serta monitoring dan evaluasi.

Di kesempatan yang sama, Kepala UPT Kewirausahaaan yang diwakili oleh Sarika Zuhri ST, MT menjelaskan, program ECRA merupakan kesempatan besar bagi mahasiswa yang memiliki passion dibidang kewirausahaan. ECRA mendorong mahasiswa untuk membangun serta mengembangkan kemampuan berwirausaha sehingga diharapkan akan melahirkan generasi muda yang aktif, kreatif dan inovatif.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni USK, Prof Dr Mustanir, M.Sc dalam sambutannya berpesan agar mahasiswa penerima program ECRA menerapkan prinsip manajemen bisnis yang telah diimplementasikan oleh Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wa sallam, yaitu kepuasan pelanggan (customer satisfaction), pelayanan yang unggul (service exellence), serta kejujuran/transparasi.

Baca juga: Disbudpar Aceh Paparkan Geliat Pariwisata Aceh Lewat Podcast Event Wisata

Mahdi Muhammad, SE, Ak. selaku pemateri pada kegiatan seminar motivasi kewirausahaan menjelaskan poin utama untuk sukses menjadi saudagar muda yaitu wajib memiliki motivasi yang besar dalam diri dan haram merasa minder (rendah diri). “Ada 3 hal yang membuat kita para pengusaha minder (rendah diri) dalam menghadapi tantangan di dunia usaha, yang pertama, kita tidak faham sejarah. Sejarah mencatat bahwa para wirausahawan muslim telah berjaya pada masanya hingga dapat mendukung Islam untuk menguasai sepertiga dunia. Yang kedua, malas membaca, padahal membaca merupakan jendela dari kehidupan. Baca apa saja yang bermanfaat untuk memperluas wawasan, namun yang utama adalah membaca Al-Quran yang tidak ada keraguan sedikitpun didalamnya. Kemudian yang ketiga, tidak memperhatikan detil, padahal Allah Swt sendiri sangat detail dalam memberi arahan kepada kita melalui Al-Quran dan hadits” ungkap Mahdi.

Penyerahan program ECRA secara simbolis diterima oleh 2 mahasiswa sebagai perwakilan yaitu Gunawan dari Fakultas Pertanian USK dengan judul ulUsaha Es Lilin Yogurt sebagai Probiotik Dimasa Pandemi dan Uci Rahmadani Siregar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK dengan judul usaha Kue Panggang Pasir Tradisional.

Adapun total penerima modal usaha program ECRA tahun 2022 sebanyak 118 mahasiswa yang terbagi kedalam 34 kelompok. Total dana zakat yang disalurkan senilai Rp 228.594.500,-.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved