Berita Bireuen
Penguatan Lembaga, IAI Al Aziziyah Samalanga Bireuen Gelar Webinar
Webinar membahas kelembagaan pendidikan tinggi di era industri 4.0 menghadirkan Direktur PTKI Kementerian Agama RI, Prof Dr Suyitno MAg.
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Yusmandin Idris | Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Langkah penguatan lembaga dan juga menambah berbagai pengetahuan dalam rangka memajukan kampus dan juga meningkatkan kualitas lulusan, IAI Al Aziziyah, Samalanga Bireuen, Jumat (17/06/2022) menggelar Webinar Nasional.
Webinar membahas kelembagaan pendidikan tinggi di era industri 4.0 menghadirkan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), Kementerian Agama RI, Prof Dr Suyitno M Ag.
Kabag Humas IAI Al Aziziyah Samalanga Bireuen, Tgk Mursalin MH kepada Serambinews.com, Sabtu (18/06/2022) malam mengatakan, peserta seminar pimpinan kampus, para dosen dan mahasiswa maupun masyarakat berlangsung di kampus.
Seminar berlangsung lancar dan sangat antusiasnya peserta yang mengikutinya baik mahasiswa, dosen dan masyarakat pada umumnya dengan pemateri utama Direktur PTKI Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama dan juga di isi pemateri lainnya.
Selain Direktur PTKI, Tgk. Mursalin mengatakan seminar tersebut juga mengundang Tgk. Iskandar Zulkarnaen MA PhD , dosen Malikussaleh Lhokseumawe, Dr Tgk. Muntasir A Kadir MA selaku pembina LPI Al-Aziziyah Samalanga, Dr Tgk Saiful Bahri MA dekan Fakultas Dakwah IAI Al Aziziyah serta Tgk Muhammad Abrar Azizi M. Sos selaku Rektor IAI A Samalanga.
Prof Dr Suyitno M Ag dalam paparannya mengapresiasi langkah yang dilakukan kampus IAI Al-Aziziyah Samalanga sebagai kampus berbasis pesantren mampu melakukan integrasi ilmu dan inovasi juga melakukan inisiasi dan responsi menghadapi tantangan yang komplek baik secara kelembagaan maupun secara kontek penguatan kurikulum pembelajaran dan lain-lain.
“Era digital seperti saat kampus sebagai perguruan tinggi harus mampu bersaing dan mampu melakukan inovasi berbasis teknologi dan digital. Perguruan tinggi saat ini menghadapi kajian keilmuan yang semakin beragam, kemajuan teknologi telah menciptakan kompentensi-kompetensi yang harus dimiliki setiap orang yang ingin menjadi bagian dari kemajuan tersebut,” paparnya.
Suyitno berharap kampus harus mampu dan siap melakukan perubahan dengan cepat serta harus mampu memprediksi kebutuhan pasar dan beradaptasi dengan layanan digital. Tgk Muntasir atau akrab disapa ayah Muntasir menjelaskan, perkembangan IAI Al-Aziziyah Samalanga dan sepak terjangnya juga harapan al mukarram Abu MUDI dengan keberadaan integrasi ilmu via IAIA Samalanga.
“Abu berharap kehadiran IAI A Samalanga mampu melahirkan generasi pendidik yang religius dan agamis. Namun diharapkan kepada pendidik untuk ikhlas dalam mendidik agar lahir generasi yang unggul dan profesional,” pintanya.
Sementara itu Tgk. Iskandar selaku pemateri lainnya menyebutkan era seperti saat ini penting pendidikan berbasis digital dan salah satunya dengan pendidikan tinggi pembelajaran dengan daring juga beberapa hal lainnya terkait dengan dunia pendidikan inovasinya berbasis teknologi digital.
“Kampus era digital seperti saat ini harus memiliki sarana dan prasarana yang memenuhi standar, perlu pengelolaan dan pembiayaan yang akuntabilitas serta memperkuat jejaring nasional dan internasional, apabila inovasi dan terobosan ini tidak diimplementasikan sulit untuk meraih kemajuan ke arah yang lebih baik di era ini,” ulasnya.(*)
Baca juga: Perbaiki Mutu Lulusan, FSEI IAI Al-Aziziyah Samalanga dan IRMLA Aceh Gelar Workshop Kurikulum
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/webinar-aia.jpg)