Berita Haji 2022
Suhu di Madinah 45 Derajat Celcius, Jamaah Tetap Semangat ke Masjid Nabawi
Dalam beberapa hari terakhir suhu di Kota Madinah, Arab Saudi mencapai 45 derajat celcius
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, MADINAH – Dalam beberapa hari terakhir suhu di Kota Madinah, Arab Saudi mencapai 45 derajat celcius.
Namun meski panas di atas suhu rata-rata di Indonesia, namun para jamaah haji tetap semangat mengunjungi Masjid Nabawi setiap saat.
Hal itu disampaikan oleh Petugas PPIH Indonesia Sektor 3 Madinah, Muhammad Nasril kepada Serambinews.com, Minggu (19/6/2022).
Katanya, cuaca di Madinah memang jauh di atas cuaca normal di Indonesia.
Namun, lanjut Nasril, meskipun panas, tak menyurutkan langkah jamaah Indonesia, maupun jamaah asal Aceh.
Terlihat mereka tetap keluar hotel melaksanakan ibadah maupun berziarah.
Mereka akan melaksanakan arbain atau shalat 40 waktu berturut-turut.
Baca juga: Jamaah Haji Aceh Diingatkan Fokuskan Ibadah, Kurangi Update Status dan Selfi
Selanjutnya, mereka akan bertolak ke Mekkah untuk persiapan pelaksanaan ibadah haji.
Muhammad Nasril mengimbau kepada jamaah supaya perbanyak minum air dan menjaga kesehatan.
"Selama berada di Madinah, fokus ibadah, jaga kesehatan, perbanyak minum jangan tunggu haus, menggunakan masker membawa semprot karena suhu sangat panas di sini, persiapkan fisik untuk ke Mekkah, melaksanakan ibadah haji," tuturnya.
Edukasi Kota Madinah
Sebelumnya, Petugas Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Indonesia menyambut hangat kedatangan 393 orang jamaah calon haji kelompok terbang (Kloter) 3 asal Aceh yang tiba di Madinah, Arab Saudi, Jumat (17/6/2022) sekitar pukul 15.36 waktu setempat atau 19.36 WIB.
Saat dalam bus sambil menanti pembagian kamar hotel, jamaah diedukasi seputar keutamaan Kota Madinah.
Petugas PPIH Indonesia Sektor 3 Madinah, Muhammad Nasril mengatakan, penyampaian edukasi itu memanfaatkan waktu luang sambil menanti pembagian kamar bagi jemaah.
Selain mengenai Masjid Nabawi dan keutamaan kota Madinah, ada juga petugas yang menjelaskan tentang kesehatan karena suhu di Madinah mencapai 45 derajat Celcius.
Baca juga: Rusia Kurangi Pasokan Gas ke Jerman, Putin Melakukan Apa yang Ditakuti Sejak Awal
Kepada jemaah, Muhammad Nasril menjelaskan, tentang keutamaan dan keistimewaan ziarah ke Kota Madinah, termasuk pemanfaatan waktu ziarah ke Masjid Nabawi, salat di sana, dan ziarah ke makam Rasulullah SAW.
"Madinah kota yang dirindukan, kota yang tenang, penuh berkah dan kelembutan serta kebaikan penduduknya sehingga menjadi kota tujuan dan dirindukan banyak insan.
Sehingga kota ini menjadi tempat yang sangat istimewa dan dicintai baginda Rasulullah SAW," kata Nasril.
Petugas asal Aceh itu menambahkan, dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW mendoakan keberkahan untuk Madinah sebagai Kota Haram.
Rasulullah menamainya dengan nama Thaibah juga Thabah (yang baik dan mulia).
"Saat bapak ibu hendak ke Masjid Nabawi, silakan masuk dengan penuh rasa hormat, membaca doa, mengucapkan salam sambil membaca salawat dan memohon ampunan Allah (istighfar).
Kemudian ziarah ke makam Rasulullah SAW dan sahabatnya, seraya mengucapkan salam," ujarnya.
Jika memungkinkan, kata Nasril, nantinya jamaah juga dianjurkan bisa mencapai Raudhah, taman Surga, tempat antara mimbar dan rumah Rasulullah.
Baca juga: 1.568 Jamaah Haji Aceh Telah Tiba di Madinah
Namun saat ini pemerintah Arab Saudi mewajibkan Tasrih (Permit) bagi yang ingin ke Raudhah.
"Untuk saat ini jadwal ke Raudhah ada perubahan dengan sebelum pandemi, harus ada Tasrih, bapak ibu tenang.
Alhamdulillah petugas haji Indonesia dari PPIH Arab Saudi Daker Madinah sedang mengurus Tasrih tersebut, nantinya kalau sudah selesai Tasrih akan diserahkan ke ketua Kloter atau TPIHI.
Tinggal menyesuaikan dengan waktu yang telah ditetapkan," katanya.
Menurut Nasril, saat ini ada beberapa perubahan dan perbedaan batas waktu dari dua tahun sebelumnya.
Karena itu, ia meminta kepada jemaah untuk menyesuaikan dan memaksimalkan sebaik mungkin.
"Selama berada di Madinah, fokus ibadah, jaga kesehatan, perbanyak minum jangan tunggu haus, menggunakan masker membawa semprot karena suhu sangat panas di sini, persiapkan fisik untuk ke Mekkah, melaksanakan ibadah haji," tuturnya.
Baca juga: VIDEO Cuaca Panas di Arab Saudi, Jemaah Haji Diminta Jangan Tunggu Haus Baru Minum
TPIHI atau pembimbing ibadah kloter 3 asal Aceh, H. Nashrullah mengatakan, secara keseluruhan jamaah btj 03 dalam keadaan sehat, untuk pemondokan terbagi ke dua hotel, pertama Muhammadiya Az-Zahra Hotel 353 jamaah dan kedua Silver hayah alsalam 40 jamaah.
"Alhamdulillah kami telah tiba di Madinah, untuk bayan Tarhil awal shalat arbain btj 03 di mulai dari shalat Isya hari Jum 17 Juni, kami juga mengimbau kepada jamaah untuk dapat fokus melaksanakan ibadah," ujar Nashrullah.
Seperti diketahui, sebelum ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji, calon jamaah haji Indonesia gelombang 1 terlebih dulu mereka menetap di Madinah selama 8 hari atau 40 kali waktu shalat.
Selama disana, mereka akan melaksanakan Shalat Arbain dan beberapa kegiatan lainnya seperti melakukan ziarah ke makam Rasullulah SAW, ke Raudhah.
Selain itu, mereka juga akan berziarah ke tempat-tempat bersejarah yang ada di Kota Madinah, seperti Masjid Kuba, Jabal Uhud, Maqbarah Baqi, Masjid Qiblatain, Museum Hejaz Railway, dan lain-lain. (*)
Baca juga: Arti Barakallah Fii Umrik dan Ucapan yang Dibalas, Ini Kumpulan 50+ Kata Selamat Ulang Tahun Islami