Logistik Gas

Tangki Gas Eks Arun Dijadikan Pusat Logistik Gas di Sumatera, Bea Cukai Aceh Fasilitasi PLB

Safuadi mengatakan, ada empat unit tanki gas eks PT Arun NGL, yang akan digunakan Pertamina untuk tempat penimbunan logistik bisnis LPG, baik yang ber

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
For Serambinews.com
Kakanwil Ditjen Bea Cukai Aceh, Dr Safuadi 

Untuk bisnis LPG yang akan dijalankan PT Patra Niaga, yang merupakan anak perusahaan dari Pertamina, sama seperti PAG. Pemerintah Aceh bersama PT Pema, harus bisa membaca peluang bisnis yang akan dilakukan PT Patra Niaga itu, untuk bisa ikut serta di dalam bisnisnya, baik dalam kepemilikan saham kalau dibuka, maupun kegiatan dan usaha jasa lainnya yang akan memberikan keuntungan bagi Pemerintah Aceh, PT Pema dan masyarakat Aceh.

Contohnya pengambilalihan operasional sumur Migas, bekas Exxon Mobil, yang sebelumnya dikelola oleh Pertamina. Setelah PT Pema mengambil alih, dua tahun lalu, pengelolaan sumur migas Blok B di Lhokseumawe itu, dalam pengelolaan satu tahun, PT Pema bisa memberikan deviden kepada Pemerintah Aceh pada tahun 2022 ini senilai Rp 21 miliar.

Rustam Effendi mengatakan, dalam pengambilalihan sumur migas Blok B itu, jangan kita lihat dari deviden yang diberikan baru senilai Rp 21 miliar.

Tapi alih teknologi yang dilakukan oleh putra-putra terbaik daerah untuk mengelola sumur migas yang sudah tua, tapi masih memberikan pendapatan bagi PT Pema dan deviden bagi Pemerintah Aceh, merupakan nilai lebih bagi PT Pema dan Pemerintah Aceh, sudah bersemangat untuk mengelola sumber energi dan migasnya secara baik dan berkelanjutan.

Kepala UPTD Administrator KEK Arun Lhokseumawe, Pada Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Aceh, Zulkifli yang dikonfrmnasi Serambinews.com, terkait rencana pengoperasian sejumlah tanki gas eks PT Arun NGL, oleh PT Patra Niaga, anak perusahaan Pertamina, sebagai pusat Logisti LPG di Sumatera dan Hub Internasional LPG, sudah benar.

PT Patra Niga, kata Zulkifli, telah mengurus semua perizinan yang harus dimilikinya kepada BUPP KEK Arun Lhokseumawe, yaitu PT Patriot Aceh Nusantara.

Anak perusahaan Pertamina itu juga, sudah melakukan perbaikan terhadap tangki gas yang mau digunakan sebagai tangki timbun LPG yang akan diimpornya dari luar negeri maupun yang berasal dari dalam negeri.

PT Pertamina Patra Niaga, sebut Zulkifli, merupakan salah satu pelaku usaha di dalam KEK Arun, yang akan melaksanakan bisnis LPG di KEK Arun.

LPG (liquefied petroleum gas), sebut Zulkifli, adalah gas bumi yang dicairkan dengan komponen utama propane (C3H8) dan butane (C4H10).

Sedangkan LNG (Liquedfied Natural Gas) merupakan gas yang didominasi oleh metana dan etana yang didinginkan hingga menjadi cair pada suhu antara minus 150 C sampai minus 200 C. Kedua gas itu bisa digunakan untuk bahan bakar gas rumah tangga dan industri, serta lainnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved