PMK di Aceh Singkil
Diduga Terkena Wabah PMK, Belasan Hewan Ternak di Aceh Singkil Diisolasi
Kepala Dinas Tanaman Panganan Hortikultura dan Peternakan Aceh Singkil, Kuatno mengatakan, hewan ternak yang terindikasi terkena PMK diisolasi ...
Penulis: Dede Rosadi | Editor: Nurul Hayati
Kepala Dinas Tanaman Panganan Hortikultura dan Peternakan Aceh Singkil, Kuatno mengatakan, hewan ternak yang terindikasi terkena PMK diisolasi selama 14 hari.
Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil
SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Kasus hewan ternak yang diduga terkena penyakit mulut dan kuku (PMK), untuk pertama kalinya ditemuka di Kabupaten Aceh Singkil.
Kasus tersebut di temukan di Desa Selok Aceh, Kecamatan Singkil.
Temuan kasus PMK masih dugaan berdasarkan gejala yang dialami hewan ternak.
Sebab untuk memastikannya menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan Balai Veteriner Medan, Sumatera Utara.
Tim Balai Veteriner Medan di dampingi petugas kesehatan hewan Aceh Singkil, sedang mengambil sample hewan ternak yang terindikasi terkena PMK, Rabu (22/6/2022).
Kepala Dinas Tanaman Panganan Hortikultura dan Peternakan Aceh Singkil, Kuatno mengatakan, hewan ternak yang terindikasi terkena PMK diisolasi selama 14 hari.
Selama isolasi sebutnya, dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan hewan.
Selain dipantau hewan ternak juga diberi vitamin dengan harapan imun tubuhnya meningkat.
"Yang terindikasi kena PMK, dilakukan isolasi dan dilakukan pemantauan," kata Kuatno.
Menurut Kuatno, hewan ternak yang terindikasi terkana PMK jumlahnya belasan.
Sejauh ini, kasus PMK ditemukan disatu titik yaitu di Desa Selok Aceh.
Kuatno menyebutkan, kasus PMK baru dugaan berdasarkan ciri-cirinya.
Memastikannya masih menunggu hasil uji laboratorium yang dilakukan Balai Veteriner Medan.
"Masih dugaan berdasarkan gejalanya. Untuk pastinya nanti tunggu uji laboratorium," kata Kuatno.
Sementara itu tim Balai Veteriner Medan, Sumatera Utara di dampingi petugas kesehatan hewan dari Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Aceh Singkil, melakukan pengambilan sampel dari hewan yang diduga terkena PMK di Desa Selok Aceh, untuk diuji di laboratorium.
Pengambilan sample oleh Balai Veteriner Medan, turut di dampingi Kasi Intel Kejaksaan Negeri Aceh Singkil, Budi Febriandi serta personel kepolisian.
Hasil uji laboratorium diperkirakan akan keluar dalam dua hari kedepan.
"Jika tidak antrian dua hari sudah selesai," kata Pirman dari Balai Veteriner Medan.
Proses pengambilan sample dilakukan petugas dengan alat pelindung diri (APD).
Butuh kerja ekstra sebab hewan meronta.
Hewan ternak yang terindikasi terkana PMK adalah sapi.
Sejauh ini ditemukan di satu titik yaitu di Desa Selok Aceh.
Namun untuk antisipasi ,pengambilan sample untuk diuji di laboratorium dilakukan di lokasi lain.(*)
Baca juga: Polsek di Nagan Raya Sediakan Eco Enzyme untuk Peternak, Cegah Wabah PMK Menginfeksi Ternak