Senin, 27 April 2026

Indonesia Harus Ekstra Hati-hati, 60 Negara Terancam Ambruk Ekonominya

Dengan demikian, negara tidak harus membayar kompensasi akibat adanya perbedaan harga ditetapkan dengan harga keekonomian.

BPMI Setpres/Muchlis Jr
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) 

Tingkat inflasi di negara-negara tersebut jauh lebih kecil dibanding inflasi di AS yang mencapai 8,6 persen pada Mei 2022, maupun inflasi di Turki yang sudah tembus 73,5 persen (yoy) akibat krisis ekonomi yang sudah terjadi di negara tersebut.

"Jika dibandingkan dengan banyak negara di dunia, ini masih dalam taraf yang relatif aman," ucap Sri Mulyani beberapa waktu lalu.

Dilihat dari utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), rasio utang Indonesia saat ini sebesar 38 persen dari PDB, mengecil dari 42 persen PDB saat awal-awal menghadapi pandemi Covid-19. Namun kata Sri Mulyani, rasio utang ini sudah membuat masyarakat baper atau bawa perasaan.

"Kalau ngomongin utang di Indonesia, biasanya sedikit baper. Dengan pendapatan kuat yang kita nikmati karena ledakan komoditas, rasio utang kita terhadap PDB sebenarnya sekarang turun menjadi 38 persen dari PDB, bahkan selama masih dalam (pandemi Covid-19) di tahun ketiga," ucap Sri Mulyani.

Sebagai informasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2021 mencapai 3,69 persen (yoy) dengan pertumbuhan ekonomi di kuartal IV 2021 mencapai 5,02 persen. Pertumbuhan pada kuartal IV 2021 itu jauh lebih tinggi dari China, salah satu mitra dagang terbesar.

Pada kuartal IV, China tumbuh 4 persen, lebih rendah sekitar 1,02 persen poin dari Indonesia. (Tribun Network/nis/van/wly)

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved