Breaking News:

Pojok UMKM

Liazat, Kerupuk Olahan Hasil Laut

Kerupuk Liazat ada yang dijual siap saji, ada juga yang setengah jadi. Untuk kerupuk Liazat yang siap saji, dijual mulai dengan harga Rp 1.000/bungkus

Editor: IKL
IST
Abdur Rahim Zein dan keluarga memegang produk Liazat 

BANDA ACEH - Sumber ikan yang melimpah di laut Aceh dimanfaatkan sejumlah perajin usaha kecil dan menengah, untuk menjadi bahan baku produk makanan rumah tangga. Seperti produk kerupuk ikan, udang dan rumput laut, bermerek Liazat milik Abdur Rahim Zein, yang beralamat di jalan Teungku Di Lhong II Nomor 140 Lhong Raya, Kota Banda Aceh.

Dikatakan Abdur Rahim, usaha kerupuk Liazat didirikan tahun 2019. Baru setahun beroperasi, kerupuk Liazat laku keras di pasaran lokal dihadapkan pada pandemi Covid-19. Akibat pandemi itu, omzet kerupuk Liazat terdampak dan menurun drastis.

Diterangkan, kerupuk Liazat ada yang dijual siap saji, ada juga yang setengah jadi. Untuk kerupuk Liazat yang siap saji, dijual dengan harga Rp 1.000/bungkus. Sedangkan untuk yang setengah jadi, di jual dalam kemasan 500 gram. Untuk kerupuk udang Liazat isi 500 gram dijual Rp 60.000/bungkus, kerupuk ikan kemasan yang sama 500 gram Rp 45.000/bungkus. Namun untuk kerupuk rumput laut dan kerupuk tiram, kemasan 500 gram dijual dengan harga Rp 70.000/bungkus. Selain itu, kata Abdur Rahim Zein, pihaknya juga memproduksi makanan kue bawang udang, dijual dengan harga Rp 25.000/bungkus dan peyek teri Rp 20.000/bungkus. Bagi konsumen yang membutuhkan produk kerupuk Liazat, bisa menghubungi No Hp 0822 7478 8078.

Pasar produk kerupuk olahan hasil laut Liazat, selain tersebar di berbagai super market yang ada di Banda Aceh dan Aceh Besar, juga beredar di berbagai daerah hingga luar Aceh.

Abdur Rahim Zein mengatakan, kerupuk Liazat kembali berproduksi beberapa bulan terakhir ini. Produksi kerupuk Liazat sempat terhenti sementara menyusul musibah yang menimpa dirinya di awal tahun 2022 ini.

Abdur Rahim Zein mengatakan, ia sangat senang dikunjungi konsultan dari PLUT KUMKM Diskop dan UKM Aceh. Kunjungan pembinaan yang dilakukan konsultan PLUT KUMKM Diskop dan UKM Aceh ini, membuat dirinya kembali bersemangat untuk memproduksi kerupuk ikan, udang, rumput laut Liazat dan produk lain untuk dipasarkan ke berbagai daerah dan luar Aceh.

Terlebih pasca melandainya kasus Covid-19 mulai Agustus 2021. Apalagi pelanggan kerupuk ikan, udang dan rumput laut Liazat di berbagai daerah sudah kembali menghubungi untuk mengirimkan produk kerupuk ikan, udang dan rumput laut Liazat.

“Pelanggan memesan kerupuk Liazat karena konsumen di daerah sudah kangen dengan rasa kerupuk olahan hasil laut yang gurih, garing, enak dan nikmat itu,” ujar Abdur Rahim Zein.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Ir Helvizar Ibrahim yang didampingi Kasi Pelayanan Informasi dan Usaha PLUT KUMKM Andri Sufrianzah mengatakan, tujuan mereka melakukan kunjungan ke berbagai UKM, pasca pandemi Covid-19, untuk mengevaluasi dan melakukan pembinaan serta memberikan semangat kerja kembali kepada UKM.

Akibat pandemi Covid-19, kata Andri Sufrianzah, banyak usaha UKM kolaps. Dengan adanya kunjungan pembinaan dari konsultan PLUT KUMKM Diskop dan UKM Aceh, pelaku UKM di Aceh yang masih tetap berusaha jadi semangat. Karena pembinanya datang bersama konsultan, untuk memberikan motivasi semangat bekerja kembali kepada para pelaku UKM.

Kunjungan konsultasi usaha UKM yang dilakukan konsultan PLUT UMKM ini, kata Andri Sufrianzah, sekaligus untuk melihat kondisi terkini UKM di Aceh pasca pandemi Covid-19. “Setelah kita mengetahui masalah yang dihadapi para pelaku UKM di masa Covid-19, pada tahun depan bisa mengusulkan penanganan apa yang perlu dilaksanakan, agar UKM bisa tumbuh kembali dan berkembang dengan pesat,” ujar Andri Sufrianzah.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved