Breaking News:

Internasional

Pemimpin Tertinggi Taliban Teriak Bantuan, Minta Masyarakat Internasional Selamatkan Orang Miskin

Dalam langkah yang jarang terjadi sebelumnya, pemimpin tertinggi Taliban yang tertutup, Haibatullah Akhundzadah tiba-tiba muncul.

Editor: M Nur Pakar
AP
Pemimpin Tertinggi Taliban, Haibatullah Akhundzadah 

SERAMBINEWS.COM, KABUL - Dalam langkah yang jarang terjadi sebelumnya, pemimpin tertinggi Taliban yang tertutup, Haibatullah Akhundzadah tiba-tiba muncul.

Dia hadir saat gempa mengguncang kawasan pegunungan Afghanistan Timur yang telah menewaskan seribuan orang pada Rabu (22/6/2022).

Dia menyerukan komunitas internasional dan semua organisasi kemanusiaan untuk membantu orang-orang Afghanistan yang terkena dampak tragedi besar ini.

"Kami meminta Tuhan untuk menyelamatkan orang-orang miskin kami dari cobaan dan bahaya," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara Taliban.

Dilansir AP, gempa itu akan menambah kebutuhan kemanusiaan yang sangat besar di Afghanistan.

Baca juga: Gempa 6,1 SR Guncang Pegunungan Afghanistan, Seribuan Orang Tewas, Ribuan Rumah Hancur

Tetapi, harus dilakukan secara bersama-sama untuk memastikan mengakhiri penderitaan yang dialami keluarga, perempuan dan anak-anak," kata Shelley Thakral, juru bicara Program Pangan Dunia PBB di Kabul.

Di Kabul, Perdana Menteri Afghanistan, Mohammad Hassan Akhund mengadakan pertemuan darurat di istana presiden untuk mengoordinasikan upaya bantuan.

“Ketika insiden besar seperti itu terjadi di negara manapun, ada kebutuhan untuk bantuan dari negara lain,” kata Sharafuddin Muslim, wakil menteri negara untuk penanggulangan bencana.

“Sangat sulit bagi kami untuk dapat menanggapi insiden besar ini," ujarnya.

Itu menjadi bukti, sulitnya mengatasi isolasi internasional ke Afghanistan di bawah Taliban setelah pengambilalihan mereka tahun lalu.

Baca juga: UPDATE Gempa Afghanistan – Korban Meninggal Capai 920 Jiwa, Lautan Duka Melanda Negeri

Pemerintah baru telah mengeluarkan serangkaian dekrit membatasi hak-hak perempuan dan anak perempuan dan pers yang mengacu pada aturan keras Taliban dari akhir 1990-an.

"Bencana ini akan menambah banyak beban hidup sehari-hari, kami tidak optimis hari ini," kata Alakbarov, dari PBB.

Sementara, Pakistan mengatakan akan mengirim makanan, tenda, selimut, dan barang-barang penting lainnya secepat mungkin.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Afghanistan juga mengirim barang-barang serupa serta peralatan dapur ke daerah yang terkena dampak, menurut direktur jenderal Bakhtar, Abdul Wahid Rayan.(*)

Baca juga: Warga Sedang Tertidur Pulas, Gempa 4,9 SR Guncang Simeulue, Warga Berhamburan Keluar Rumah

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved