Rabu, 15 April 2026

Berita Banda Aceh

Siswa SMK Se-Aceh Dibekali Ilmu Jurnalistik Dasar

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan literasi peserta didik di sekolah, khususnya di sekolah kejuruan.

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Amirullah
For Serambinews
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Drs Alhudri MM, sedang membuka Latihan Jurnalistik untuk Jenjang SMK Se-Aceh di Aula Hotel Grand Aceh Hotel, Banda Aceh, Rabu (22/6/2022) pagi. Pelatihan yang diikuti 60 siswa SMK se-Aceh itu berlangsung hingga Jumat (24/6/2022). 

Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Sebanyak 60 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari 23 kabupaten/kota se-Aceh dibekali pelatihan jurnalistik dasar.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan literasi peserta didik di sekolah, khususnya di sekolah kejuruan.

Saat membuka pelatihan, Rabu (22/6/2022) pagi di Aula Grand Aceh Hotel, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Aceh, Drs Alhudri MM, mengatakan, pembekalan ilmu jurnalistik bagi pelajar dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada siswa dalam mengenal dan memahami dunia jurnalistik.

“Poin pentingnya adalah para peserta pelatihan mampu memahami ilmu jurnalistik dan dapat menerapkannya dalam lingkup sekolah. Selain itu, peserta didik juga dapat membedakan berita sebagai karya jurnalistik dengan informasi hoaks,” ujar Alhudri.

Menurutnya, kebebasan pers di tanah air dijamin dan termaktub dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Kebebasan itu disertai dengan tanggung jawab sosial dan harus menghormati hak asasi setiap orang.

Baca juga: Gandeng PWI, Polres Aceh Tengah Gelar Lomba Karya Tulis Jurnalistik Tingkat SMA, Pendaftaran Dibuka

Baca juga: Mahasiswa Ilmu Perpustakaan UIN Ar-Raniry Dilatih Teknik Dasar Jurnalistik

Masih kata Kadisdik Aceh, seiring dengan perkembangan teknologi tidak dapat dimungkiri bahwa proses pengumpulan dan penyebaran informasi mengalami perubahan yang signifikan.

“Media sosial dewasa ini berkembang dengan sangat luar biasa. Media sosial dapat diakses oleh siapa pun, kapan pun, dan di mana pun. Penggunaannya cenderung banyak membuat informasi benar atau salah,” katanya lagi.

Itu sebabnya, sambung Alhudri, perlu langkah-langkah untuk menguji kebenaran sebuah informasi yang beredar di media sosial maupun di platform digital lainnya.

Siswa, menurut Alhudri, harus mampu membedakan antara produk jurnalistik dengan informasi yang dibuat warganet atau netizen.

Sebagaimana diketahui, ulas Alhudri, dewasa ini penyebaran informasi semakin beragam dan berkembang pesat. Banyak informasi dapat diakses setiap hari yang didapat oleh masyarakat dan sangat beragam jenisnya.

"Untuk itu, diperlukan kecermatan dan kecerdasan dalam mengakses informasi yang belum tentu benar atau bahkan bersifat agitatif," ujar Alhudri.

Ia tambahkan bahwa praktik jurnalistik tidak hanya berlangsung pada media-media besar saja. Dalam lingkup yang lebih kecil pun, misalnya di sekolah, proses jurnalistik juga dipraktikkan.

Apalagi, pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya meningkatkan pendidikan karakter. Dengan membekali diri dengan ilmu jurnalistik maka pendidikan karakter akan lebih terarah karena karya jurnalistik selalu dihasilkan dengan menguji fakta dan menjunjung tinggi kebenaran melalui cek dan ricek.

Baca juga: Nia Ramadhani Boyong Anak Nonton Film Keluarga Cemara 2, Akui Merasa Relate dengan Jalan Ceritanya

Sementara itu, Ketua Panitia Pelatihan Jurnalistik untuk Jenjang SMK ini, Teuku Fariyal MM yang juga Kepala UPTD Balai Tekkomdik Aceh, menambahkan, pelatihan tersebut berlangsung empat hari, sejak 21-24 Juni 2022 di Aula Grand Aceh Hotel, Batoh, Banda Aceh.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved