Berita Bener Meriah

Mahasiswa KKN USK ‘Sulap’ Lahan Kosong jadi Taman Obat di Bener Meriah

Tumbuhan obat yang ditanam oleh para mahasiswa KKN USK itu seperti jahe, serai, kencur dan lainnya.

Penulis: Budi Fatria | Editor: Taufik Hidayat
Dok Pribadi
Mahasiswa KKN PPM USK kelompok 293, menyulap lahan kosong menjadi taman obat herbal, di Polindes Kampung Suku Wih Ilang, Kecamatan Bandar, Bener Meriah, Kamis (16/6/2022). 

Laporan Budi Fatria | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pengabdian Kepada Masyarakat (KKN PPM), Universitas Syiah Kuala (USK) kelompok 293, menyulap lahan kosong menjadi taman obat herbal.

Kegiatan itu dilakukan di Polindes Kampung Suku Wih Ilang, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (16/6/2022).

Diketahui, tumbuhan yang ditanam oleh para mahasiswa KKN USK itu seperti, jahe, serai, kencur dan lainnya. 

Kelompok KKN ini dibimbing langsung oleh dr Farid Mulana, S.T., M.Eng dan juga Reje (Kepala Desa) Kampung Suku Wih Ilang, Abdul Rahman.

Para mahasiswa KKN USK kelompok 293 ini terdiri dari, Muzakir, (jurusan Ekonomi Pembangunan), Nafizatul Afra, Tina Mauliza (jurusan Ilmu Hukum) Putri Bulqis Desky, Hadziq Sulthoni, (jurusan Teknik Sipil), Faras Dira Jannati (jurusan Pendidikan Biologi), dan Mailani Nisyra (jurusan Pendidikan Dokter), serta Ulfa Beutari (jurusan PGSD).

“Dalam program kerja ini, kita menanam berbagai tumbuh-tumbuhan yang berkhasiat untuk obat herbal dan nantinya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat khususnya di Kampung Suku Wih Ilang, Kecamatan Bandar,” ujar Faras Dira Jannati dalam keterangan resminya kepada Serambinews.com, Senin (27/6/2022).

Menurut mahasiswa USK jurusan Pendidikan Biologi ini, tanaman obat herbal tersebut ditanam dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada di Polindes di kampung tersebut.

“Tanaman ini, selain bermanfaat untuk obat, masyarakat juga bisa menggunakan sebagai rempah-rempah memasak,” ungkap Faras.

Jelas faras, dengan adanya tanaman herbal ini, masyarakat di kampung itu bisa menghemat biaya berobat karena obat yang digunakan adalah hasil panen sendiri di taman itu.

Tambahnya lagi, penggunaan obat alami seperti tanaman herbal ini, memiliki risiko efek samping yang lebih kecil.(*)

Baca juga: TNI Sulap Lahan Kosong Menjadi Rumah Tanaman Obat Keluarga

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved