Berita Pidie

Partai Demokrat Desak Pemkab Pidie Proaktif Tangani PMK. Begini Tanggapan Kadistanpang

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Pidie, mendesak Pemkab Pidie proaktif dalam menangani wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap ternak

Penulis: Idris Ismail | Editor: M Nur Pakar
Dok: Pribadi
Ketua DPC Partai Demokrat Pidie, T Syawal 

Laporan Idris Ismail | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Pidie, mendesak Pemkab Pidie proaktif dalam menangani wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap ternak warga.

'Sebagaimana diketahui, sejak awal April 2022, Indonesia dihantui wabah PMK yang melanda ternak rakyat," katanya.

Dia mengatakan upaya sosialisasi terhadap penyakit tersebut belum maksimal.

"Pemerintah harus proaktif menindaklanjut persoalan ini sampai tuntas," kata Ketua DPC Partai Demokrat Pidie, T Syawal kepada Serambinews.com, Senin (27/6/2022).

Menurut mantan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) itu, wabah PMK telah mengganggu kehidupan para peternak.

Khususnya, tentang perekonomian masyarakat yang saat ini dihantui kenaikan harga-harga, khususnya sembako.

Baca juga: Jelang Lebaran Idul Adha, Bupati Shabela Tinjau Vaksinasi PMK untuk Hewan Ternak

Dia berharap Pemkab Pidie lebih proaktif menanggapi persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.

Dikatakan, petugas harus rutin turun ke lapangan dengan memberi sosialisasi serta menentukan zonasi sebaran wabah PMK, sehingga penanganan lebih efektif dan efesien.

Dikatakan, berdasarkan dari hasil pemantauan tim Demokrat yang turun ke lapanga, kondisi masyarakat sudah memprihatinkan.

Ditambahkan, masyarakat harus merogoh koceknya sendiri untuk mengobati ternak tanpa uluran tangan pemerintah.

"Tata-rata, Rp 50 ribu per hewan untuk sekali suntik, tentunya sangat memberatkan masyarakat dalam kondisi paceklik saat ini,"ujarnya.

Menanggapi desakan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpang) Pidie, Hasballah SP MM mengatakan telah melakukan sosialiasi dengan melibatkan berbagai pihak.

Baca juga: PMK Menyebar di Aceh Jaya, 287 Ekor Ternak Terjangkit PMK, 50 Persen Sembuh, Tiga Ekor Mati

Dia menjelaskan dinas bersama Tim Satuan Tugas (Satgas) melibatkan Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) dan Intelkam Polres melakukan sosialiasi sejak wabah itu muncul pada awal April 2022.

'Kami secara bersama-sama melakukan pencegahan dan pemetaan serta pemberian vaksin sebagai penanganan agar warga tidak menjadi resah," ujarnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved