Berita Lhokseumawe
Sapi Terjangkit PMK di Lhokseumawe Capai 913 Ekor, Satu Mati
Ternak sapi di Lhokseumawe yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kini sudah mencapai 913 ekor. Satu ekor di antaranya mati.
Penulis: Saiful Bahri | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Saiful Bahri | Lhokseumawe
SERAMBiNEWS.COM, LHOKSEUMAWE - Sesuai data Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DKPPP) Lhokseumawe, jumlah sapi yang terjangkit Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kini sudah mencapai 913 ekor. Satu ekor diantaranya telah mati.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPPP Kota Lhokseumaaez Drh Afrizal, Senin (27/6/2022), kembali menyebutkan, penemuan sapi terjangkit PMK di Lbokseumawe dimulai pada awal Mei 2022 lalu.
Dimana saat diketahui bahwa sudah ada sapi di Aceh Tamiang yang terjangkit PMK, maka pihaknya langsung turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan.
Sehingga pada tahap awal, pihaknya menemukan ada 13 sapi yang suspect PMK di wilayah Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe.
Atas temuan tersebut, maka pihaknya langsung melaporkan ke ISIKHNAS atau ke sistem informasi kesehatan hewan Indonesia. Selanjutnya turun tim dari Balai Veteriner Medan, Sumatera Utara, untuk melakukan pemeriksaan terhadap 10 sapi yang suspect.
"Satu pekan kemudian keluar hasil pemeriksaan, dan dinyatakam ke 10 ekor sapi tersebut positif terjangkit PMK," katanya.
Didasari hasil tersebut, maka pihaknya langsung mengarahkan petugas secara besar-besaran untuk melakukan pemeriksaan terhadap ternak yang ada di seluruh wilayah Kota Lhokseumawe.
Hingga saat itu, sudah ditemukam 913 ekor sapi terjangkit PMK yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di wilayah Kota Lbokseumawe. Terbanyak di Kecamatan Muara Dua dan Kecamatan Blang Mangat.
Dari 913 ekor sapi yang positif terjangkit PMK, satu diantaranya telah mati dan 348 ekor telah sembuh.
Disebutkan juga, untuk proses pengobatan, pihaknya terus melakukan berbagai upaya. Termasuk sekarang ini dilakukan penyemprotan dan pemberian Eco Enzyme.(*)
Baca juga: Hasil Uji Sampel PMK belum Diterima, Pemkab Perketat Pengawasan Keluar Masuk Ternak di Perbatasan