Pemberdayaan
Wanita Nelayan Idi Aceh Timur Dilatih Divertifikasi Olahan Garam, Dosen Unsam Bantu Alat
Dilakukan oleh dosen kampus PTN wilayah Timur Aceh ini dengan melatih mereka cara pengelolahan garam beryodium, dan memberikan pelatihan pembukuan dan
Penulis: Zubir | Editor: Ansari Hasyim
Laporan Zubir I Langsa
SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Dosen Universitas Samudra (Unsam) Langsa kembali melakukan pemberdayaan istri nelayan dalam meningkatkan pendapatan keluarga melalui divertifikasi olahan garam di Desa Kuala Idi Cut, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur.
Selain diberikan pelatihan, dosen yang melaksanakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tahun 2022 ini juga memberikan kepada masyarakat alat-alat pengolahannya.
Ketua Tim PKM Unsam Langsa Ir Rosmaiti MP, kepada Serambinews.com, Senin (27/06/2022) menyampaikan pemberdayaan istri nelayan dalam meningkatkan pendapatan keluarga melalui divertifikasi olahan garam.
Dilakukan oleh dosen kampus PTN wilayah Timur Aceh ini dengan melatih mereka cara pengelolahan garam beryodium, dan memberikan pelatihan pembukuan dan laporan keuangan.
• Istri Tewas Dipukuli Suami, Gara-gara Masakan Buatan Korban Terlalu Banyak Garam alias Keasinan
Diharapkan setelah pelatihan ini masyarakat di Desa Kuala Idi Cut dapat meningkatkan pemahaman maupun keterampilan mengolah garam beryodium dan higienis.
Sehingga mereka dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pembekuan keuangan produksi garam tersebut.
“Jadi dengan adanya pelatihan ini nelayan dan para kaum ibu daerah Kuala Idi Cut ini bisa menambah pendapatan keluarga,” ujarnya.
Selain itu, tambah Ir Rosmaiti MP, Tim PKM Unsam juga memberikan alat-alat dan bahan yang dibutuhkan kepada kelompok istri nelayan untuk pengolahan garam yang beryodium tinggi.
Kemudian alat-alat pengolahan garam itu menjadi inventaris desa yang dapat terus mengembangkan usaha yang direncanakan.
• Dandim Aceh Selatan Temui Petani Garam Tradisional di Pasie Raja
Selain itu produk garam ini akan di buatkan logo agar produk menjadi terkenal dan brand dari desa tersebut, agar dapat dijual di pasar.
"Dengan demikian produk garam mereka semakin dikenal dan meningkatkan pendapatan tambahan perekonomian masyarakat daerah itu,” sebutnya.
Sementara Kepala Desa Kuala Idi Cut, Saeful Bahri, juga mengucapkan terimakasih kepada tim KPM dosen Unsam Langsa yang telah melakukan pengabdian melalui pelatihan ini di desanya itu.
Pihak desa setempat tentunya akan memanfaatkan ilmu mengolah garam yang beryodium yang telah diberikan dosen Unsam ini dan selanjutnya akan dijadikan sebagai inovasi di desa daerah pesisir Aceh Timur tersebut.
Tim PKM Unsam Langsa yang diketuai Ir Rosmaiti MP tersebut beranggotakan, Kiagus Muhammad Zain Basriwijaya SPt MSi, Riezky Purnama Sari SPd MSi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pelatihan-890ijk.jpg)