Berita Politik

Aktivis Milenial Aceh Tolak Pj Gubernur dari Militer: Kesannya Nanti Aceh Belum Kondusif

Sejumlah pemuda yang menamakan diri 'Aktivis Milenial Aceh' tidak sepakat apabila Penjabat (Pj) Gubernur Aceh berasal dari kalangan militer.

Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Saifullah
FOR SERAMBINEWS.COM
Aktivis Milenial Aceh menyatakan menolak Pj Gubernur Aceh dari kalangan militer saat konferensi pers, Kamis (30/6/2022). 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Sejumlah pemuda yang menamakan diri 'Aktivis Milenial Aceh' tidak sepakat apabila Penjabat (Pj) Gubernur Aceh berasal dari kalangan militer.

Sebaliknya, para pemuda Aceh tersebut meminta Presiden RI menetapkan sosok Pj Gubernur Aceh dari kalangan akademisi atau kampus.

Demikian disampaikan Direktur Aktivis Milenial Aceh, Fakhrurrazi, MAP kepada Serambinews.com dalam keterangan tertulisnya pada Kamis (30/6/2022).

Penolakan itu disampaikan mengingat sebelumnya DPRA mengusulkan tiga nama Pj Gubernur Aceh ke Mendagri yang salah satunya berasal dari kalangan militer.

Ketiga nama yang diusul yaitu Indra Iskandar yang saat ini menjabat Sekjen DPR RI, dan Safrizal ZA, Direktur Jenderal Adwil Kemendagri.

Terakhir, Mayjen TNI Achmad Marzuki, mantan Pangdam Iskandar Muda (IM) yang sejak 25 Maret 2022, mengemban amanat sebagai Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Kewaspadaan Nasional Lemhannas.

Baca juga: Masyarakat Leuser Inginkan Pj Gubernur Aceh Berasal dari Putra Daerah

"Jika memilih dari kalangan militer termasuk yang telah pensiun, masih mengibaratkan Aceh belum cukup kondusif," kata Fakhrurrazi.

"Padahal 2,5 tahun ke depan adalah waktu yang panjang dan bukan hanya mempersiapkan keamanan pelaksanaan Pemilu serentak 2024," tambah dia.

Sosok yang ideal memimpin Aceh, menurut Fakhrurrazi, adalah dari kalangan sipil yang dekat dengan ide-ide perubahan dan demokrasi, untuk menjalankan program pembangunan dan kesejahteraan.

"Kami meminta kepada Bapak Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Dalam Negeri agar menetapkan Penjabat Gubernur Aceh dari kalangan akademisi atau kampus," ucapnya.

Masyarakat Aceh saat ini, kata Fakhrurrazi, hanya ingin hidup damai karena perdamaian Aceh adalah hal yang lebih penting.

Karena itu, pemuda Aceh berharap Pj Gubernur Aceh ke depan harus mampu menjaga keseimbangan dan memelihara perdamaian dengan baik.

Baca juga: ‘Bek Lagee Tajok Lhoek Bak Itek’ Komentar Apa Karya Soal Calon Pj Gubernur Aceh

"Tentu orang yang akan ditetapkan nanti sebagai Pj Gubernur Aceh harus benar-benar sosok yang mengerti soal Aceh, yang mengerti situasi ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat Aceh," tutupnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved