Breaking News:

Haji 2022

Berharap Haji Mabrur, Tapi Manasik Seadanya

SEPOTONG perintah keluar dari lisan Nabi dalam perjalan haji wada', "khudzu 'anni mansikakum" pelajarilah tata laksana haji dari perjalanan haji-Ku

Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
MIZAJ ISKANDAR, Kontributor Serambi Indonesia Melaporkan dari Mekkah Al-Mukarramah 

SEPOTONG perintah keluar dari lisan Nabi dalam perjalan haji wada', "khudzu 'anni mansikakum" (pelajarilah tata laksana haji dari perjalanan haji-Ku ini).

Untuk kebutuhan ini, sengaja Nabi melakukan beberapa ritual haji dengan duduk di atas unta.

Thawaf, sa'i sampai khutbah di 'Arafah dilakukan di atas unta.

Tujuannya jelas, agar semakin banyak sahabat menyaksikan langsung bagaimana Nabi melalukan ibadah wajib sekali seumur hidup.

Dalam penutup khutbah 'Arafah, Nabi sampai harus berkata, "liyuballighi syahidu minkum al-ghaib" (supaya kalian yang hadir bisa mengajari generasi berikutnya yang tidak hadir dalam haji wada').

Di kemudian hari, para ulama mempelajari ulang pelaksanaan haji Nabi melalui keterangan-keterangan yang diberikan sahabat.

Keterangan-keterangan ini kemudian dijelaskan secara sistematis dan terstruktur dalam kitab-kitab fikih.

Inilah yang dikenal sekarang dengan manasik haji.

Saat ini, mustahil seorang muslim bisa mengerjakan ibadah haji tanpa mempelajari manasik haji yang disusun oleh ulama dalam berbagai kitab.

Baca juga: Madinah Telah Terima 345.000 Jamaah Haji, 265.000 Diantaranya Sudah Tiba di Mekkah

Baca juga: Masjidil Haram Terima Jamaah Haji pada Jumat Pertama Dzulhijjah, Petugas Siap di Seluruh Penjuru

Di Indonesia, Kementerian Agama, KBIHU (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah) juga ormas-ormas Islam berlomba-lomba dalam memberikan manasik haji kepada calon jamaah haji, baik di Tanah Air maupun setibanya di Tanah Suci.

Namun demikian, pelanggaran ihran, salah praktik bahkan sampai meninggalkan rukun tetap saja terjadi di lapangan.

Di antara pelanggaran ihram yang masih saja ditemui seperti memakai penutup kepala, memakai celana dalam berjahit, dan mencuci tangan menggunakan sabun.

Contoh salah praktik yang sering ditemukan seperti sa'i sebanyak 14 putaran, tidak melakukan lari kecil (harwalah) saat melewati batas lampu hijau, thawaf tidak Inthiba' (membuka ihram pada bahu sebelah kanan), dan yang paling menyedihkan, ada di antara jamaah yang rukunnya tidak sempurna, seperti tidak niat saat lewat miqat dan tidak melakukan sa'i.

Semua ini menjadi bahan evaluasi baik bagi Kementerian Agama, KBIHU maupun ormas Islam.

Materi manasik haji harus mengakomodir sisi praktik dari pada berlama-lama dalam teori.

Semoga ke depan ada perbaikan.Amin (*)

Baca juga: Arab Saudi Periksa Kepuasan Jamaah Haji, Penyamaran Dibuat di Antara Jamaah

Baca juga: Hotel Bintang Lima Mekkah Siap Terima 20.000 Jamaah Haji, Pelayanan Sampai Makanan Diutamakan

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved