Minggu, 26 April 2026

Internasional

Rusia Berminat Kembangkan Nuklir di Indonesia

Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkap ketertarikan perusahaan dari negaranya untuk mengembangkan industri tenaga nuklir Indonesia setelah bertemu

Editor: bakri
Rusia Berminat Kembangkan Nuklir di Indonesia - jokowi-dan-putin.jpg
File Anadolu Agency
Presiden RI Joko Widodo berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada kunjungannya ke Kremlin, Rusia 30 Juni 2022
Rusia Berminat Kembangkan Nuklir di Indonesia - Pertemuan-empat-mata-Presiden-Jokowi-dengan-Presiden-Rusia-Vladimir-Putin.jpg
The Kremlin
Pertemuan empat mata Presiden Jokowi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin

MOSKWA - Presiden Rusia Vladimir Putin mengungkap ketertarikan perusahaan dari negaranya untuk mengembangkan industri tenaga nuklir Indonesia setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo pada Kamis (30/6/2022).

“Banyak perusahaan kami, termasuk perusahaan energi, beroperasi di Indonesia.

Ada ketertarikan untuk mengembangkan industri tenaga nuklir nasional,” kata Putin sebagaiaman dilansir rilis Kremlin pada Kamis (30/6/2022).

Menurutnya, dengan pengalaman unik, kompetensi, dan teknologi yang tak tertandingi, Rosatom State Corporation bersedia mengambil bagian dalam proyek bersama.

Pengembangan kerja sama Rusia-Indonesia tersebut termasuk untuk proyek non-energi teknologi nuklir, misalnya, di bidang kedokteran dan pertanian.

“Kami akan melanjutkan kerja sama ini dan akan membentuk kelompok (kerja) untuk membahas masalah ini secara menyeluruh,” ucapnya.

Putin mengatakan, hubungan Rusia-Indonesia bersifat konstruktif dan saling menguntungkan dan terus berkembang atas dasar tradisi persahabatan dan bantuan timbal balik yang telah berlangsung lama.

Dia pun mengingatkan bagaimana Rusia membantu Indonesia membangun kenegaraan dan memperkuat posisi republik muda di kancah internasional.

“Dengan partisipasi para spesialis, insinyur dan pembangun kami, fasilitas infrastruktur transportasi dan industri besar, stadion, rumah sakit, dan institusi penting lainnya dibangun di Indonesia, banyak di antaranya beroperasi hingga hari ini,” ujar Putin.

Baca juga: Kanselir Jerman: Rusia Kembali Menjadi Ancaman Bagi Eropa dan NATO

Baca juga: Serangan Rudal Rusia Hancurkan Apartemen di Odesa Ukraina Tewaskan 17 Orang, Termasuk Anak-anak

“Izinkan saya menekankan bahwa Indonesia adalah salah satu mitra utama kami di Asia-Pasifik,” tambahnya.

Pemimpin berusia 69 tahun itu pun menyorot kerja sama perdagangan dan ekonomi Rusia-Indonesia yang menunjukkan dinamika positif.

Pada 2021, misalnya, perdagangan bilateral tumbuh lebih dari 40 persen, dan naik lebih dari 65 persen dalam lima bulan pertama tahun ini.

Dalam konteks ini, kedua belah pihak menyatakan minatnya untuk meningkatkan kerja Komisi Bersama Rusia-Indonesia untuk Kerjasama Perdagangan, Ekonomi dan Teknik.

Kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan dan meningkatnya jumlah pertukaran komersial antara kedua negara diyakini akan membuka peluang baru.

“Kami sangat mementingkan menciptakan zona perdagangan bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia.

Kami berharap pembicaraan tentang rancangan perjanjian yang sesuai akan diadakan sebelum akhir tahun dan akan membuahkan hasil.

Minat Rusia untuk mengembangkan energi nuklir sebelumnya juga diungkap Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobiev.

“Ada banyak area yang bisa dikembangkan lagi, terutama sektor energi tidak hanya yang konvensional tapi juga pengembangan energi hijau seperti energi air,” kata Vorobiev dalam wawancara eksklusif bersama dengan Kompas.

com bertajuk ‘Unlocking Podcast 05 – Lyudmila Vorobieva: G20 Should Focus on Global Economic Issues’.

Walaupun kaya dengan minyak dan gas, Negara Beruang Putih telah lama memanfaatkan nuklir sebagai sumber energi.

Kontribusi tenaga nuklir dalam bauran energi Rusia kini mencapai 20 persen.

Adapun penerimaan publik atas pengembangannya tetap baik, meski bencana nuklir terbesar di dunia Chernobyl menjadi catatan sejarah, yang dampaknya terasa dekat dengan masyarakat Rusia.

Vorobiev mengatakan teknologi keamanan pembangkit nuklir Rusia justru telah meningkat hingga lima kali lebih kuat sejak insiden itu.

Rusia kini bahkan menjadi negara pertama di dunia yang mengembangkan Pembangkit Nuklir Terapung.

Reaktor nuklir jenis ini dapat berpindah-pindah ke lokasi karena berbentuk seperti kapal.

Meski terbilang mini, hasil energi dari reaktornya mampu menerangi kota-kota kecil.

Teknologi ini juga terbilang lebih aman, terutama untuk wilayah yang memiliki risiko gempa bumi dan tsunami seperti di Indonesia.

“Kami siap membagikan teknologi ini ke Indonesia jika pemerintah Indonesia siap untuk menggunakan energi nuklir,” kata dia. (kompas.com)

Baca juga: Jokowi dan Putin Lakukan Pertemuan di Moskow, Bahas Ukraina Hingga Perdagangan

Baca juga: Rusia Tingkatkan Serangan Setelah Jokowi Kunjungi Ukraina

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved