Video
VIDEO Presiden ACT Buka Suara Usai Diterpa Kabar Gaji CEO-nya Rp 250 Juta Per Bulan
Presiden ACT Ibnu Khajar tidak membenarkan soal gaji bagi presiden ACT yang sebelumnya sebesar Rp 250 juta per bulan saat temu media di kantor ACT
SERAMBINEWS.COM - Media sosial ramai membicarakan lembaga sosial Aksi Cepat Tanggap atau ACT yang diduga menyelewengkan dana sumbangan dari donaturnya.
Bahkan dalam sebuah laporan berita media, gaji CEO ACT disebut mencapai Rp 250 Juta per bulan.
Sementara gaji pejabat menengahnya mencapai Rp 80 Juta perbulan, ditambah fasilitas mobil Alphard atau Fortuner.
Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar merespon soal gaji bagi presiden ACT yang sebelumnya sebesar Rp 250 juta per bulan saat konferensi pers di Kantor ACT, Jakarta Selatan, Senin (4/7/2022).
Ia mengatakan data yang beredar tersebut tidak benar adanya.
Menurut Ibnu Khajar, pihaknya telah melakukan pemotongan gaji bagi karyawannya sejak bulan Januari.
Terkait beberapa angka yang beredar, kata dia, sebenarnya adalah angka rencana pada tahun 2021.
Ia mengatakan rencana tersebut belum bisa dijalankan dan hanya berjalan satu bulan karena masuk tahun pandemi covid-19 dimana kondisi ekonomi ACT belum signifikan dan belum bertumbuh signifikan.
Baca juga: Presiden ACT Mengaku Lembaganya Sudah Berbenah Hingga Evaluasi Mendalam dan Pangkas Jumlah Karyawan
Kendati demikian, pihaknya memohon maaf kepada masyarakat atas ramai dugaan penyelewengan dana yang dilakukan pihaknya seperti yang beredar di sosial media.
ACT telah melakukan restrukturisasi organisasi sejak Januari 2022, utamanya dalam menghadapi dinamika lembaga serta situasi sosial ekonomi setelah pandemi.
Editor: T. Nasharul J
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Respons Presiden ACT Sikapi Kabar Gaji CEO-nya Rp 250 Juta Per Bulan: Sumbernya dari Mana?