Internasional
Dua Ledakan Bom Guncang Yaman, Depot Senjata Hancur, Enam Orang Tewas dan 30 Terluka
Dua ledakan bom mengguncang Yaman yang diakui internasional pada Selasa (5/7/2022) dalam waktu terpisah.
SERAMBINEWS.COM, AL-MUKALLA - Dua ledakan bom mengguncang Yaman yang diakui internasional pada Selasa (5/7/2022) dalam waktu terpisah.
Serangan yang diduga dilakukan kelompok Al-Qaeda di kawasan itu menewaskan enam orang tewas dan lebih dari 30 terluka, seusai menghancurkan gudang senjata di Provinsi Abyan, Yaman selatan.
Ledakan pertama terjadi di pagi hari di dalam pasar populer yang ramai dekat gudang senjata di Lawder, sebuah kota besar di provinsi tersebut, seperti dilansir AFP, Rabu (6/7/2022).
Saat lusinan orang berkerumun setelah ledakan, ledakan kedua meledak di gedung berlantai dua yang berisi gudang senjata.
Para pejabat mengatakan tidak dapat memberikan jumlah pasti korban karena masih di rumah sakit Al-Shaheed Mahnef di Lawder.
Baca juga: Pemerintah Yaman Desak Uni Eropa Larang Lelang Barang Antik Negaranya
Warga bergegas ke rumah sakit untuk mencari kerabat dan teman yang hilang, dan staf medis meminta donor darah.
Rumah sakit yang tidak lengkap dan kekurangan staf terpaksa merujuk kasus kritis ke rumah sakit yang lebih besar di Abyan dan Aden.
Pihak berwenang meluncurkan penyelidikan atas ledakan tersebut.
Tetapi Al-Qaeda diketahui aktif di daerah tersebut.
Ledakan kembar dalam waktu singkat merupakan taktik teroris untuk meningkatkan jumlah korban.
Abyan, sebuah provinsi yang diperebutkan antara pemerintah yang diakui secara internasional dan separatis yang setia kepada Dewan Transisi Selatan.
Baca juga: Milisi Houthi Coba Membajak Kapal Yacht Paling Terkenal di Dunia di Lepas Pantai Hodeidah, Yaman
Itu menjadi lokasi pertempuran sengit pada 2019 dan 2020 yang merenggut nyawa banyak tentara dan pejuang milisi Houthi.
Cabang Al-Qaeda Yaman mengeksploitasi anarki di provinsi itu untuk bangkit kembali.
Terduga gerilyawan Al-Qaeda di provinsi itu masih menahan lima pekerja PBB yang diculik pada Februari 2022 saat kembali ke negara tetangga Aden setelah menyelesaikan misi lapangan.
Pejabat lokal dan mediator suku gagal meyakinkan para penculik untuk membebaskan para pekerja.
Para penculik bersikeras menukar mereka dengan tahanan sekutu di Aden dan menuntut tebusan ribuan dolar AS.(*)
Baca juga: Komandan Tentara Yaman Selamat dari Serangan Bom Mobil Milisi Houthi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Serangan-Bom-di-Pasar-Yaman.jpg)