Sabtu, 25 April 2026

Internasional

PBB Peringatkan Penutupan Bantuan ke Suriah Dapat Berubah Menjadi Malapetaka Bagi Jutaan Orang

Badan bantuan PBB mengeluarkan peringatan keras atas penutupan koridor bantuan terakhir dari Turki ke daerah yang dikuasai pemberontak di baratlaut Su

Editor: M Nur Pakar
AFP
Seorang petugas memeriksa jumlah bantuan yang dikirim ke kawasan pemberontak Suriah. 

SERAMBINEWS.COM, BEIRUT - Badan bantuan PBB mengeluarkan peringatan keras atas penutupan koridor bantuan terakhir dari Turki ke daerah yang dikuasai pemberontak di baratlaut Suriah.

Dikatakan, jika itu dilakukan, maka akan menimbulkan malapetaka bagi jutaan orang.

“Ini salah satu populasi paling rentan di mana pun di dunia,” kata Mark Cutts, Wakil Koordinator Kemanusiaan PBB untuk krisis Suriah.

“Sangat penting bagi kita untuk menjaga jalur kehidupan ini tetap berjalan," jelasnya, seperti dilansir AFP, Rabu (6/7/2022).

Cutts berbicara menjelang pemungutan suara Dewan Keamanan (DK) PBB untuk memperbarui otorisasi badan dunia itu.

Khususnya, untuk memberikan bantuan melalui penyeberangan Bab Al-Hawa sebelum mandatnya berakhir pada 10 Juli 2022.

Baca juga: Prancis Pulangkan 35 Anak dan 16 Ibu dari Kamp ISIS di Suriah

Lebih dari 4.600 truk bantuan, yang sebagian besar membawa makanan, telah melintasinya sepanjang tahun ini.

Sehingga, dapat membantu sekitar 2,4 juta orang, kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.

Rusia, sekutu Damaskus, telah mengancam akan memveto proposal untuk memperpanjang mekanisme bantuan setelah memaksa pengurangan jumlah penyeberangan.

Rusia beralasan, itu melanggar kedaulatan Suriah.

"Kami tahu tahun ini lebih dipolitisir daripada tahun-tahun sebelumnya," kata Cutts kepada AFP.

“Ketegangan sangat tinggi dengan perang Ukraina," tambahnya.

Baca juga: Serangan Drone AS Tewaskan Pemimpin Lokal Al-Qaeda di Suriah, Korban Sedang Mengendarai Sepeda Motor

Namun dia memperingatkan kegagalan untuk memperbarui resolusi ini akan menjadi malapetaka.

Dikatakan, tidak ada alternatif yang tersedia saat ini yang dapat menggantikan skala atau ruang lingkup dari apa yang dilakukan PBB.

Dia menjelaskan kebutuhan kemanusiaan Suriah telah mencapai tingkat tertinggi sejak awal konflik berdarah 2011.

Dimana, telah menewaskan hampir setengah juta orang dan memaksa lebih dari setengah populasi negara sebelum perang meninggalkan rumah mereka.

Sekitar 13,4 juta orang di seluruh Suriah membutuhkan bantuan tahun lalu, naik dari 11,1 juta pada tahun 2020, katanya.(*)

Baca juga: 10 Tahun Pertama Konflik Suriah, 306.887 Orang Tewas dan Jutaan Orang Mengungsi

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved