Kamis, 4 Juni 2026

Berita Banda Aceh

Tinggi Gelombang Capai 6 Meter, Nelayan Diimbau Berhati-hati

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda Blangbintang, Aceh Besar, menyebutkan, dalam beberapa hari ke depan

Tayang:
Editor: bakri
FOR SERAMBINEWS.COM
Fasilitas umum berupa MCK di objek wisata Pasir Hitam Pulo Makambing diDusun Arun Brek, Gampong Kuala Ceurape, Jangka Bireuen rusak dihantam ombak 

BANDA ACEH - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda Blangbintang, Aceh Besar, menyebutkan, dalam beberapa hari ke depan ketinggian gelombang di perairan Aceh mencapai 6 meter.

Kasi Data BMKG Kelas I Blangbintang, Zakaria Ahmad mengatakan, perairan yang berpotensi terjadi gelombang tinggi hingga 6 meter adalah perairan utara Sabang.

Selain itu untuk perairan Selat Malaka bagian utara, ketinggian gelombang juga tinggi, mencapai 5 meter.

Sementara untuk pelabuhan penyeberangan baik dari Sabang-Banda Aceh dan Meulaboh-Sinabang ketinggian gelombang mencapai 0,5 hingga 3 meter.

“Sementara untuk perairan pesisir barat Aceh itu 0,5 sampai 4 meter ketinggian gelombangnya.

Ini juga sudah termasuk tinggi dan berbahaya," kata Zakaria kepada Serambi, Selasa (5/7/2022).

Karena itu, Zakaria mengimbau kepada para nelayan di Aceh, terutama yang pergi melaut di kawasan perairan yang berpotensi gelombang tinggi untuk lebih berhati-hati.

“Karena dengan tinggi gelombang hingga 6 meter, sangat membahayakan bagi pelayaran, termasuk para nelayan yang mencari ikan,” ujarnya.

Kalaupun ada sebagian nelayan yang harus pergi melaut untuk menangkap ikan di kawasan perairan bergelombang tinggi yang masuk kategori berbahaya tersebut, Zakaria Ahmad mengimbau agar tetap membawa alat keselamatan.

"Sementara untuk masyarakat juga agar tetap waspada akan potensi angin kencang.

Baca juga: Hati-hati, Gelombang Laut di Perairan Barat Selatan Capai 4 Meter, BMKG Imbau Nelayan Waspada

Baca juga: Gelombang Pasang Hantam Pesisir Leupung Aceh Besar, Jalan dan Kebun Warga Rusak Tergerus Abrasi

Sebab Aceh saat ini mulai memasuki musim angin barat," pungkasnya.

Salurkan Bantuan untuk Korban Angin Kencang

Kepala Dinas Sosial Aceh Besar melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Munawar, menyerahkan bantuan masa panik kepada delapan kepala keluarga (KK), korban bencana angin kencang, Selasa (5/7/2022).

Setidaknya ada 39 jiwa korban musibah angin kencang yang melanda Aceh Besar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Lhoong, Darul Imarah, Darul Kamal dan Kecamatan Indrapuri pada Minggu (3/7/2022) lalu.

Menurut Munawar, korban yang terbanyak ada di Darul Imarah dengan tiga rumah warga yang rusak.

Kemudian Kecamatan Lhoong dua rumah, Kecamatan Darul Kamal satu, dan Kecamatan Indrapuri satu rumah.

Bantuan yang diterima langsung oleh korban berupa Sandang dan pangan.

“Korban terbanyak ada di Kecamatan Darul Imarah, semua bantuan kita serahkan dan langsung diterima oleh korban, bantuan yang kita berikan meliputi batuan sandang pangan sebagai bantuan masa panik,” katanya.

Munawar berharap warga agar tetap bersabar dengan musibah ini dan tetap waspada akan potensi angin kencang susulan.

“Tetap tabah dan sabar, karena musibah dapat menimpa siapa saja dan datang kapanpun,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Aceh Besar Bahrul Jamil, mengatakan hingga Juni 2022, sudah beberapa kali kejadian angin kencang yang melanda Aceh Besar.

Menurut data dinsos Aceh Besar, kejadian terutama angin kencang yang menimpa 210 KK, atau 771 jiwa.

Kemudian musibah kebakaran sebanyak 15 KK atau 56 jiwa.(i)

Baca juga: Gelombang Laut Capai Empat Meter, Dua Kapal Feri di Simeulue tak Berlayar

Baca juga: BMKG Imbau Masyarakat Waspada Potensi Angin Kencang, Gelombang Laut Capai 4 Meter

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved