Kamis, 14 Mei 2026

Internasional

Boris Johnson Mengundurkan Diri, Tetap Menjadi Perdana Menteri Inggris Sampai Ada Pengganti

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson secara resmi telah mengundurkan diri, tetapi tetap sebagai perdana menteri.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP/(Kirsty O'Connor/Pool
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson 

SERAMBINEWS.COM, LONDON - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson secara resmi telah mengundurkan diri, tetapi tetap sebagai perdana menteri.

Dia mengatakan sudah jelas ada keinginan Partai Konservatif, harus ada pemimpin baru saat dia mengumumkan pengunduran dirinya.

Johnson mengatakan akan tetap sebagai perdana menteri Inggris sementara sampai kontes kepemimpinan diadakan untuk memilih penggantinya.

Kritikus mengatakan dia seharusnya tidak diizinkan untuk tetap sebagai perdana menteri sementara dan dia harus dicopot dari jabatannya sesegera mungkin.

Pengumuman itu muncul setelah skandal etika terbaru seputar kepemimpinannya, menyebabkan sekitar 50 anggota parlemen senior mundur dari pemerintah.

Johnson telah berpegang teguh pada kekuasaan selama dua hari, dengan menantang mengatakan kepada anggota parlemen memiliki mandat kolosal dari para pemilih dan melanjutkan bisnis pemerintah.

Baca juga: Boris Johnson Peringatkan Sekjen PBB, Vladimir Putin Akan Memanipulasi Kunjungan Gutteres ke Rusia

Tapi dia terpaksa mengakui kekalahan pada Kamis (7/7/2022) pagi setelah dua anggota kabinetnya mundur.

Bahkan, salah satu sekutu terdekatnya, Kepala Keuangan Nadhim Zahawi, secara terbuka mengatakan kepadanya untuk mengundurkan diri demi kebaikan negara.

Namun, tidak segera jelas kapan Johnson akan meninggalkan kantor.

Pengunduran dirinya akan memicu pemilihan internal untuk memilih pemimpin baru Partai Konservatif, yang juga akan menjadi perdana menteri berikutnya.

Proses itu kemungkinan akan berlangsung selama musim panas.

Johnson mengisyaratkan berniat untuk tetap menjabat sampai itu selesai.

Langkah seperti itu akan menjadi kontroversial, dan para kritikus mengatakan dia seharusnya tidak diizinkan untuk tetap sebagai perdana menteri sementara.

Baca juga: Parlemen Inggris Kecam Perdana Menteri Boris Johnson, Samakan Perang Ukraina dengan Brexit

“Sekarang PM akhirnya telah melakukan hal yang layak yang dia butuhkan untuk menyerahkan stempel jabatan, kata George Freeman, yang berhenti sebagai Menteri Sains pada Kamis (7/7/2022).

"Johnson harus minta maaf kepada Ratu Elizabeth II dan izinkan dia menunjuk Caretaker di bawah siapa Menteri dapat melayani, sehingga Partai Konservatif dapat memilih pemimpin baru yang benar," tambahnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved