Breaking News:

Kakek 65 Tahun Dilaporkan ke Polda NTB, Diduga Rudapaksa 10 Mahasiswi, Korban Ungkap Modus Pelaku

"Jadi, tidak hanya dari Universitas Mataram (UNRAM), tetapi ada juga yang dari Universitas lainnya di Mataram," ucap pendamping korban Joko Jumadi

Editor: Faisal Zamzami
hoy.com/Colombiareports.com
Ilustrasi rudapaksa 

SERAMBINEWS.COM - Sebanyak 10 mahasiswi diduga jadi korban rudapaksa seorang pria.

Pelaku disebut kakek berusia 65 tahun, inisial AF kini dilaporkan oleh 10 orang mahasiswi ke Polda NTB.

Pelapor melaporkan kakek tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polda NTB pada Rabu (29/6/2022) lalu.

Kakek tersebut dilaporkan atas kasus dugaan rudapaksa yang dilakukannya terhadap 10 pelapor.

Para korban mengaku mengalami trauma.

Adapun para pelapor berasal dari berbagai kampus yang ada di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

"Jadi, tidak hanya dari Universitas Mataram (UNRAM), tetapi ada juga yang dari Universitas lainnya di Mataram," ucap pendamping korban Joko Jumadi, Rabu.

Joko menambahkan, AF dalam menjalankan aksinya mengaku sebagai dosen.

AF menyebut dirinya bagian dari civitas akademika salah satu universitas.

"Dia bukan dosen, tetapi bergelar S.H. M.H. atau sarjana dan magister Hukum," tambah Joko.

AF juga memalsukan KTP untuk menyakinkan para korbannya.

Selain melapor ke polisi, pihak Joko juga berkoordinasi dengan Dukcapil Provinsi NTB untuk menelusuri identitas terduga pelaku.

Baca juga: Nafsu Memuncak saat Istri Lahiran, Suami Durjana Rudapaksa Gadis 15 Tahun di Dekat Air Terjun

Korban Ungkap Modus Pelaku 

Seorang korban sebut saja namanya Bunga mengungkap modus pelaku saat melancarkan aksinya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved