Selasa, 7 April 2026

Berita Aceh Tengah

Warga Penerima Bantuan: Tidak Ada Pemotongan Apapun dalam Program BSPS di Aceh Tengah

Yulianto mengungkapkan sejauh ini tidak ada pemotongan dari pihak manapun terkait dana rehab rumah yang ia terima.

Penulis: Romadani | Editor: Taufik Hidayat
Foto Kiriman Warga
Rumah program BSPS di Aceh Tengah, Rabu (6/7/2022) 

Laporan Romadani | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sumatera I merealisasikan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Provinsi Aceh.

Tak terkecuali juga Kabupaten Aceh Tengah. Masyarakat Kabupaten Aceh Tengah kini, dapat menikmati program BSPS tersebut dari Kementerian PUPR.

Amatan Serambinews.com, Rabu (6/7/2022) sejumlah kecamatan di kabupaten berhawa dingin itu mulai tampak masyarakat mulai merenovasi rumahnya.

Seperti yang terlihat di kecamatan Jagong Jeget Kabupaten Aceh Tengah sejumlah masyarakat penerima manfaat tampak bahagia dan percaya diri tinggal dirumahnya.

Sebagian lagi, aktivitas warga sedang melakukan proses pembangunan terhadap rumahnya masing-masing, menggunakan konstruksi papan yang masih baru, atap rumah dengan seng yang mengkilap dan tentu sisi ukuran yang lebih besar dari sebelumnya.

Salah satu penerima manfaat Yulianto kepada Serambinews.com, menuturkan rasa haru dan bahagia mendapat bantuan stimulan rumah swadaya.

Ia juga sebelumnya tidak pernah bermimpi akan merenovasi rumahnya yang tidak layak huni karena keterbatasan ekonomi yang belum memadai.

“Bersyukur Alhamdulillah, Terimakasih banyak kami ucapkan kepada pemerintah telah membantu saya dan keluarga tinggal ditempat yang bagus,” kata Yuli.

Yulianto merasa haru rumahnya kini sudah bisa dinikmati oleh keluarganya, Ia bersyukur sejumlah tetangganya juga mendapat program tersebut.

“Koordinataor kabupaten Aceh Tengah dan tim pelaksana lapangan sudah membantu dan membina kami dalam proses mendapatkan bantuan rehab rumah,” katanya.

Yulianto mengungkapkan sejauh ini tidak ada pemotongan dari pihak manapun terkait dana rehab rumah yang diterima, sejauh ini Yulianto mengaku nominal anggaran keseluruhan Rp 20 juta.

Yulianto merincikan sebesar Rp 17.500.00 berupa bahan bangunan dan Rp 1.250.00 untuk upah pembangunan rumah dengan dua kali penarikan

“Sejauh ini tidak ada sunat dana upah dari pihak manapun, saya menerima bantuan BSPS itu sebesar Rp 20 juta, ada yang berupa bahan bangunan dan uang,” ujarnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rumah Swadaya dan Rumah Umum komersial (RUK) mengatakan sebanyak 605 unit rumah siap direhab oleh Kementerian PUPR melalui program BSPS.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved