Breaking News:

Petani Menjerit karena Pupuk Subsidi Menghilang, Kementan Siapkan Asuransi untuk Petani

Kini para petani menjerit sebab pupuk bersubsidi yang biasa mereka pakai untuk budidaya tembakau menghilang.

SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Stok pupuk urea dan NPK di sebuah toko penjual pupuk di Pertokoan Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (23/12/2021) 

 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pupuk menjadi salah satu komoditi penting bagi petani, tak terkecuali bagi petani tembakau di Wonogiri, Jawa Tengah.

Namun, kini para petani menjerit sebab pupuk bersubsidi yang biasa mereka pakai untuk budidaya tembakau menghilang

"Kami sekarang menangis terkait pupuk subsidi per 1 Juli subsidi ZA, SP 36 tidak bisa terealisasi apalagi teman-teman kita di wilayah yang pasang surut, kasihan mereka yang baru mulai tanam," ujar Petani Tembakau dari Elomoko, Wonogiri, Miswanti saat ditemui usai acara Diskusi Media: Tanam Raya Tembakau di Wonogiri, Jawa Tengah, Jumat (8/7/2022).

Miswanti pun memohon kepada pemerintah agar pupuk-pupuk bersubsidi tidak dihilangkan dari pasaran. Sebab katanya jika membeli pupuk non subsidi harganya sangat memberatkan.

"Kami mohon jangan sampai dihapuskan kuota boleh dikurangi tapi jangan dihapus sama sekali harganya Rp 350 ribu per sak," kata Miswanti.

Menanggapi hal tersebut Direktur Tanaman Semusim dan Rempah, Kementerian Pertanian RI, Ardi Praptono keluhan para petani tembakau akan menjadi masukan bagi pihaknya.

Ia mengaku akan mencari alternatif solusi terhadap kelangkaan pupuk subsidi.

Baca juga: Cegah Terpapar Virus PMK, Satgas Pidie Periksa Sapi di Ruas Jalan Nasional

Baca juga: Meski Besok di Arab Saudi Sudah Idul Adha, MUI Tegaskan Puasa Arafah di Indonesia Besok Tetap Sah

Baca juga: PM Jepang Shinzo Abe Ditembak dengan Pistol Rakitan, Polisi Temukan Banyak Senjata di Rumah Pelaku

"Ini menjadi masukan kita di pusat nanti bagaimana alternatif yang bisa kita lakukan terhadap ketersediaan pupuk," ujar Ardi.

Meski begitu lanjut Ardi ia tidak memberikan pasti langkah konkret apa yang akan dilakukan. Ia hanya berharap pupuk murah bagi petani tetap tersedia."Harapan kita sih pupuk tetap tersedia," kata Ardi.

Siapkan Asuransi

Kementerian Pertanian RI juga bakal melakukan kajian pemberian jaminan produk kepada para petani tembakau. Jaminan produk tersebut dalam bentuknya nanti adalah asuransi dan terkait Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau(DBHCT).

"Ada program jaminan perlindungan produk tembakau kami sudah diskusi dengan tiga provinsi penghasil tembakau Jawa Tengah, Jawa Timur dan NTB bagaimana itu bisa terwujud di lapangan nanti ada upaya dari Kementan dari Dirjen PSP dan Dirjen Perkebunan terkait jaminan perlindungan asuransi. Nanti kita akan susun skema dengan pihak asuransi dan nanti kita juga lihat karena tembakau ini kan komoditas spesifik, kita akan mitigasi risiko di tiga provinsi tersebut," ujar Ardi.

Baca juga: Cristiano Ronaldo Diincar Chelsea, Pemilik Baru Ingin Jadikan CR7 Alat Promosi

Baca juga: Gudang Arsip di Kompleks Bappeda Pidie Terbakar

Karena menurutnya banyak petani tembakau yang merugi terutama saat tanamannya yang jelang panen diguyur hujan.

"Hari itu mau panen misalnya ada hujan kacau, hanya sehari hujan sudah melalui proses tiga bulan hancur kita," kata Supriyanto.

Adanya jaminan perlindungan produk asuransi lanjut Supriyanto juga membuat para petani tembakau lebih percaya diri dal berbudidaya.

Karena itu, kata Supriyanto, diharapkan para petani tembakau diharapkan memberikan informasi secepatnya terkait mitigasi risiko berbudidaya tembakau.

"Maka itu saya berharap bagaimana secepatnya petani memberikan informasi terkait kebutuhan di lapangan dan mitigasi risikonya," kata dia.(Tribun Network/wly)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved